PEMERINTAH Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, terus mengembangkan dan memaksimalkan berbagai program yang telah berjalan. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pengolahan limbah kotoran ternak menjadi biogas. Upaya tersebut juga akan diperkuat melalui Program Desa/Kelurahan Berdaya yang digagas Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Lurah Pagutan Timur, Aldhi Finsa, mengatakan program yang telah berjalan di bawah kepemimpinan sebelumnya akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan. Program yang belum optimal akan dibenahi, sedangkan program yang sudah berjalan dengan baik akan dikembangkan agar memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
“Apa yang kurang bisa kita maksimalkan dan yang sudah maksimal ditingkatkan. Intinya, program yang ada terus berjalan,” ujarnya, Jumat (23/10).
Aldhi menjelaskan, upaya pengembangan program kelurahan akan dilakukan melalui Program Desa/Kelurahan Berdaya dengan mengusung tema lingkungan. Salah satu fokusnya adalah pengembangan biogas biomero melalui pengolahan limbah yang nantinya diharapkan dapat disalurkan ke rumah-rumah warga.
Program biogas berbasis rumah tangga tersebut telah lama berjalan di Lingkungan Karang Buaya. Pelaksanaannya dikelola oleh kepala lingkungan bersama sejumlah warga setempat.
“Fokusnya di satu lingkungan, yakni Karang Buaya, dan saat ini masih berproses,” jelasnya.
Menurut Aldhi, pelaksanaan Program Desa/Kelurahan Berdaya direncanakan mulai pada akhir tahun, menyesuaikan dengan pelaksanaan APBD Perubahan. Ia berharap program tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan limbah menjadi sumber energi alternatif.
Sementara itu, sebagai lurah yang baru dilantik sekitar dua pekan lalu untuk menggantikan pejabat sebelumnya, Aldhi mengaku masih mempelajari sejumlah program yang telah berjalan di Kelurahan Pagutan Timur. Salah satunya adalah kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT).
Ia menegaskan, pendalaman terhadap pelaksanaan program yang sudah ada diperlukan agar kegiatan tersebut dapat terus berjalan dan berkelanjutan.
“Kebetulan programnya sudah ada dari Pak Lurah sebelumnya. Sekarang saya pelajari bagaimana teknis pelaksanaannya di lapangan agar bisa kita perdalam,” pungkasnya. (pan)



