BerandaADVERTORIALTingkatkan Kompetensi Digital Guru SD, Tim Pengabdian Unram Gelar Workshop Teknologi Pembelajaran...

Tingkatkan Kompetensi Digital Guru SD, Tim Pengabdian Unram Gelar Workshop Teknologi Pembelajaran di Sandubaya

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 20 guru Sekolah Dasar (SD) yang tergabung dalam Gugus 1 Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Peningkatan Kompetensi Digital Guru melalui Workshop dan Pendampingan Pemanfaatan Aplikasi Teknologi Pembelajaran di Gugus 1 Kecamatan Sandubaya, Mataram.” Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan menyenangkan bagi siswa.

Program ini dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan daring dan tatap muka dengan mengombinasikan workshop interaktif, praktik mandiri, dan pendampingan intensif. Pendekatan tersebut dirancang agar para guru tidak hanya memahami konsep pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung sesuai dengan kebutuhan di kelas.

Foto bersama usai Workshop Teknologi Pembelajaran di Sandubaya, Kota Mataram (Suara NTB/ist)

Ketua tim pengabdian menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat membantu guru menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan. Menurutnya, proses belajar di sekolah tidak seharusnya hanya berisi penyampaian materi secara monoton, tetapi juga perlu memberikan pengalaman belajar yang interaktif sehingga siswa lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran.

Melalui pemanfaatan aplikasi teknologi pembelajaran, guru diharapkan dapat menghadirkan variasi aktivitas belajar yang mendorong partisipasi siswa, meningkatkan ketertarikan terhadap materi, serta menciptakan suasana kelas yang lebih dinamis. Dengan demikian, teknologi tidak sekadar menjadi pelengkap pembelajaran, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendukung pengalaman belajar yang lebih bermakna.

Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, guru dituntut untuk terus beradaptasi dengan berbagai inovasi dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi tidak lagi sebatas penggunaan perangkat digital, tetapi juga mencakup kemampuan memilih dan mengintegrasikan teknologi secara tepat ke dalam strategi pembelajaran dan materi ajar.

Hal ini sejalan dengan kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), yaitu pendekatan yang menekankan pentingnya integrasi pengetahuan teknologi, pedagogi, dan materi pembelajaran. Melalui pendekatan tersebut, guru diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara terarah untuk mendukung pencapaian tujuan pembelajaran sekaligus meningkatkan keterlibatan siswa.

Pembelajaran Bauran dengan Pendekatan Flipped Learning

Pelaksanaan kegiatan menggunakan model pembelajaran bauran (blended learning) dengan menerapkan Flipped Learning Model (FLM). Model ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari materi awal sebelum mengikuti kegiatan praktik dan pendampingan secara langsung.

Pada tahap awal atau before class, peserta memperoleh bahan pembekalan melalui tautan Google Sites yang dibagikan melalui WhatsApp Group. Materi tersebut menjadi sumber belajar awal bagi guru untuk mengenal konsep dan aplikasi teknologi pembelajaran yang akan digunakan selama kegiatan.

Selanjutnya, pada 24 September 2026, kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Google Meet. Sesi ini berfokus pada penanaman konsep, pengenalan aplikasi, serta penjelasan mengenai cara penggunaan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah dasar.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pertemuan tatap muka pada 28 September 2026 di SDN Model Mataram atau SDN 142 Mataram. Pada sesi ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung berbagai keterampilan digital melalui workshop interaktif, kerja mandiri, pendampingan intensif, dan diskusi reflektif.

Melalui pola pelaksanaan tersebut, guru tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi juga terlibat aktif dalam proses belajar, mencoba berbagai fitur aplikasi, menghasilkan produk pembelajaran, serta mendiskusikan penerapannya di kelas.

Canva, Kahoot, dan Wayground Jadi Fokus Pelatihan

Dalam kegiatan ini, terdapat tiga aplikasi teknologi pembelajaran yang diperkenalkan dan dipraktikkan oleh peserta, yaitu Canva, Kahoot, dan Wayground.

Canva dimanfaatkan untuk membantu guru mengembangkan lembar kerja digital (digital worksheet) yang lebih menarik dan komunikatif. Melalui aplikasi ini, guru dapat menyusun bahan pembelajaran dengan memadukan teks, gambar, dan elemen visual lainnya sehingga materi lebih mudah dipahami oleh siswa.

Sementara itu, Kahoot diperkenalkan sebagai sarana untuk membuat kuis dan tugas interaktif. Aplikasi ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung evaluasi pembelajaran dengan suasana yang lebih menyenangkan, sekaligus membantu guru mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari.

Adapun Wayground digunakan untuk membuat kuis dan kartu belajar digital (flashcard). Fitur-fitur tersebut dapat mendukung kegiatan penguatan materi, latihan mandiri, dan pengulangan konsep pembelajaran secara lebih variatif.

Pemilihan ketiga aplikasi ini diharapkan dapat memberikan alternatif bagi guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Dengan memanfaatkan teknologi secara tepat, guru dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih beragam tanpa meninggalkan tujuan dan substansi materi pembelajaran.

Sebanyak 90 Persen Peserta Memahami Penggunaan Aplikasi

Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan perkembangan positif dalam kemampuan peserta memanfaatkan aplikasi teknologi pembelajaran. Sebanyak 90 persen mitra atau peserta menunjukkan pemahaman terhadap penggunaan Canva, Kahoot, dan Wayground.

Capaian tersebut diidentifikasi melalui observasi kinerja peserta selama workshop, penilaian terhadap hasil kerja mandiri, proses pendampingan intensif, serta diskusi reflektif yang dilaksanakan selama kegiatan.

Para guru mampu mempraktikkan pembuatan lembar kerja digital menggunakan Canva, menyusun kuis atau tugas menggunakan Kahoot, serta mengembangkan kuis dan flashcard menggunakan Wayground. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan praktik dan pendampingan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengembangkan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran.

Pendekatan pendampingan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Melalui blended mentoring, peserta memperoleh dukungan selama proses praktik, sehingga dapat mencoba fitur aplikasi, menyelesaikan tugas, dan mendiskusikan kendala yang dihadapi. Sementara itu, diskusi reflektif membuka ruang bagi guru untuk bertukar pengalaman dan berbagi praktik baik dalam pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah.

Meskipun demikian, pemanfaatan teknologi pembelajaran perlu terus dikembangkan melalui praktik berkelanjutan. Guru perlu menyesuaikan penggunaan aplikasi dengan tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, ketersediaan fasilitas, serta kondisi pembelajaran di masing-masing sekolah.

Mendorong Pembelajaran yang Lebih Inovatif dan Menyenangkan

Kegiatan pengabdian ini diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung peningkatan kompetensi digital guru sekolah dasar, khususnya di Gugus 1 Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Keterampilan yang diperoleh melalui workshop dan pendampingan diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan dalam praktik pembelajaran sehari-hari.

Penguasaan aplikasi digital bukan sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi, melainkan juga kemampuan menentukan kapan dan bagaimana teknologi digunakan untuk memperkuat proses belajar siswa. Oleh karena itu, integrasi teknologi perlu tetap berlandaskan pertimbangan pedagogis agar penggunaan aplikasi benar-benar memberikan manfaat bagi pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, guru diharapkan semakin percaya diri dalam mengembangkan media dan aktivitas pembelajaran digital yang kreatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan siswa. Penggunaan lembar kerja digital, kuis interaktif, dan kartu belajar digital dapat menjadi alternatif untuk menciptakan suasana kelas yang lebih bervariasi, sehingga pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk berpartisipasi aktif.

Ke depan, keberlanjutan program serupa menjadi penting agar kompetensi digital guru dapat terus berkembang seiring dengan perubahan kebutuhan pendidikan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan dapat memperkuat upaya peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi pendidikan yang lebih efektif, inovatif, dan menyenangkan bagi siswa.(r)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO