Tanjung (Suara NTB) – Desa Persiapan Muara Sedayu, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjadi satu-satunya desa persiapan yang paling awal mengukuhkan staf desa. Pengukuhan dilakukan di Kantor Desa Persiapan Muara Sedayu, Jumat (30/10/2026). Yang menarik, desa induk (Desa Gondang) dan desa persiapan, sepakat mengukuhkan seluruh Staf Desa Persiapan Muara Sedayu berasal dari staf desa induk.
Staf yang dikukuhkan sebanyak 12 orang. Terdiri dari, satu orang Sekdes, dua orang Kepala Urusan (Kaur), dua orang kepala seksi, dua orang staf, serta lima orang perangkat kewilayahan di Desa Persiapan.
“Kami ingin prosesnya cepat, tidak lama-lama berdebat. Dengan Kepala Desa induk, kami sepakat menunjuk staf desa induk sebagai staf perbantuan di desa persiapan,” ujar Kepala Desa Persiapan Muara Sedayu, Erwin Rahadi, S.Sos., M.Si., usai pengukuhan Staf Desa Persiapan.
Ia menegaskan, pihaknya tidak ingin terjebak pada dinamika yang jamak terjadi di desa-desa persiapan lain. Yaitu, manakala staf desa induk ditempatkan atau diperbantukan di desa persiapan, posisinya di desa induk, bisa tergeser oleh orang lain. Namun di desa Persiapan Muara Sedayu dan Gondang, hal ini tidak berlaku. Staf perbantuan akan tetap kembali ke desa induk. Untuk selanjutnya, staf definitif desa persiapan akan diisi secara permanen ketika desa persiapan sudah berstatus definitif.
Komitmen tersebut ditunjukkan Kades induk dan Pj Kades Persiapan, menyangkut jumlah Staf perbantuan. “Seluruhnya (posisi Staf Desa Persiapan yang dibutuhkan),” imbuh Erwin, saat ditanya jumlah Staf perbantuan desa induk yang dikukuhkan.
Erwin yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Damkar Lombok Utara, juga menegaskan, akan mengantarkan Desa Persiapan Muara Sedayu menuju definitif sesuai prosedur. Dari delapan poin tugas yang diberikan pemerintah daerah, ia optimis setiap tahapan akan ditapaki satu langkah lebih maju dari 25 desa persiapan lainnya di KLU. Bahkan, untuk Kantor Desa Persiapan, ia menargetkan proses pembangunannya sudah direncanakan dimulai pada bulan April 2027.
Langkah tersebut dikuatkan Ketua Pemekaran Desa Persiapan Muara Sedayu, sekaligus Ketua Forum Desa Persiapan Lombok Utara, Romi Harjo. Ia menjelaskan, pihaknya sudah membangun komunikasi dengan seluruh kelompok masyarakat dari berbagai unsur, baik PNS, pengusaha, politisi, kontraktor, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga masyarakat dengan berbagai profesi.
Dalam pembangunan Kantor Desa Persiapan nantinya, pihaknya tidak memberlakukan iuran/sumbangan gotong royong secara kaku, melainkan nominal ditetapkan fleksibel menurut kemampuan dan kondisi ekonomi warga di desa persiapan.
“Alhamdulillah, respons masyarakat luar biasa. Dari komunikasi sementara kami dengan masyarakat, pembangunan kantor desa persiapan siap didukung, baik secara moral maupun finansial. Itu poin pentingnya,” ungkapnya.
Kepala Desa Gondang (desa induk), Supriadi, S.Sos., dalam sambutannya, ikut optimis jalannya Desa Persiapan menuju definitif, akan berjalan dengan lancar. Kendati di sisi lain, ia mengingatkan terkait tantangan bagi pemerintahan di desa persiapan.
“Tantangannya termasuk kondisi anggaran desa, yang mana terjadi efisiensi di desa induk. Kemudian, tantangan tanggung jawab Staf. Meskipun tidak disumpah, tetapi tetap diminta untuk bekerja secara optimal untuk mendukung proses definitif,” katanya.
Kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, PMD Kabupaten Lombok Utara, Atmaja Gumbara, SP., ME., mengapresiasi pelantikan Staf Desa Persiapan Muara Sedayu. Ia melihat, masyarakat Desa Persiapan Muara Sedayu memiliki visi selangkah di depan dari desa-desa lain. Saat desa lain masih larut dalam euforia syukuran, Muara Sedayu lebih dulu mengukuhkan Staf.
Atmaja mengingatkan, desa persiapan memiliki rentang waktu tiga tahun untuk menjadi definitif. Ia yang pernah merasakan sebagai Pj. Kades Persiapan Pansor dan Pj. Kades Persiapan Santong Mulia di masa lampau, merasakan bahwa perjalanan menuju definitif membutuhkan kerja keras dan komitmen semua pihak. (ari)



