BerandaNTBKOTA MATARAMPerkuat Riset dan Inovasi, BRIDA Mataram Usulkan Anggaran Rp1,99 Miliar

Perkuat Riset dan Inovasi, BRIDA Mataram Usulkan Anggaran Rp1,99 Miliar

Mataram (Suara NTB) – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Mataram mengusulkan anggaran sebesar Rp1,99 miliar untuk tahun anggaran 2027. Anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat kegiatan penelitian dan pengembangan sebagai upaya mewujudkan Kota Mataram sebagai kota riset dan inovasi.

Kepala BRIDA Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suwandiasa, MH, mengatakan riset dan inovasi menjadi instrumen penting dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah. Menurutnya, setiap kebijakan yang diambil pemerintah idealnya didasarkan pada hasil penelitian, data, serta bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Yang ingin kita munculkan adalah bagaimana kebijakan yang diperlukan pemerintah kota semuanya berbasis riset, berbasis data, dan berbasis bukti,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi III DPRD Kota Mataram, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, dari total usulan anggaran tersebut, terdapat alokasi untuk program penelitian dan pengembangan daerah serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. BRIDA berupaya menyusun kebutuhan anggaran secara realistis dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah saat ini.

Swandiyasa mengakui, dukungan anggaran yang tersedia masih terbatas. Sebagian besar kebutuhan anggaran juga dialokasikan untuk menunjang operasional dan kebutuhan pegawai. Meski demikian, pihaknya berharap usulan tersebut dapat dipertimbangkan agar pelaksanaan riset di Kota Mataram berjalan lebih optimal.

Salah satu kajian yang menjadi perhatian BRIDA pada 2027 adalah penelitian mengenai potensi dan pengelolaan parkir. Kajian tersebut dinilai penting untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai potensi pendapatan daerah dari sektor perparkiran.

Menurutnya, Kota Mataram memiliki lebih dari seribu titik parkir yang perlu dipetakan dan diteliti secara lebih mendalam. Untuk kajian khusus tersebut, BRIDA memperkirakan kebutuhan anggaran sekitar Rp100 juta, lebih besar dibandingkan kajian dasar yang selama ini rata-rata membutuhkan anggaran Rp50 juta.

Dalam pelaksanaannya, BRIDA berencana menggunakan metode uji petik dengan melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Mataram. Keterlibatan mahasiswa diharapkan membantu proses pengumpulan data sekaligus memperkuat metodologi penelitian.

Ia berharap dukungan anggaran terhadap kegiatan riset dapat ditingkatkan sehingga hasil penelitian benar-benar menjadi dasar penyusunan kebijakan dan pengembangan potensi daerah. (fit)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO