Praya (Suara NTB) – Pemerintah Australia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) dalam upaya meningkatan kualitas pendidikannya. Salah satunya melalui penguatan dukungan pada program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI)–kerja sama Pemerintah Australia dan Indonesia. Di mana tahun ini sudah memasuki pelaksanaan fase ketiga.
Penegasan tersebut disampaikan Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Rod Brazier saat mengunjungi SDN 1 Batujai Kecamatan Praya Barat yang merupakan salah satu lokasi pelaksanaan program INOVASI, Selasa (3/11/2026).
“Pemerintah Australia siap mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah ini melalui program INOVASI,” tegasnya.
Ia mengatakan, implementasi program INOVASI di Loteng sejauh ini berjalan cukup baik. Salah satu indikatornya bisa dilihat dari meningkatnya sejumlah indeks pendidikan di Loteng. Terutama indek literasi dan numerasi siswa. Khususnya di sekolah-sekolah yang menjadi lokasi pelaksanaan program.
Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng, H. Lalu Firman Wijaya, S.T.,M.T., mengapresiasi dukungan Pemerintah Australia melalui program INOVASI. Menurutnya, program tersebut sangat selaras dengan program prioritas di daerah ini yakni pendidikan.
Hasilnya pun sudah mulai terlihat. Di mana secara kualitas pendidikan, beberapa indikator pendidikan di Loteng sekarang sudah mulai meningkat. Walaupun belum secara menyeluruh.
Berbagai praktik baik yang diperoleh dari program INOVASI akan terus diperluas cakupannya, tidak hanya terbatas di sekolah-sekolah sasaran saja. Supaya dampak positif dari program INOVASI bisa dirasakan dan diimplementasikan secara luas di Loteng.
Saat ini program INOVASI baru dilaksanakan di 60 Sekolah Dasar (SD) dan 24 Madrasah Ibtidaiyah (MI). Tersebar di empat kecamatan yakni Kecamatan Praya, Praya Barat, Praya Tengah serta Pujut. “Ke depan praktik baik dari program INOVASI ini juga rencanakan akan diterapkan juga di SMP,” imbuh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Loteng Drs. H. Lalu Idham Halid, M.Pd.
Program INOVASI sendiri berfokus mendorong tranformasi pola pengajaran di sekolah. Untuk mendorong peningkatan kemampuan literasi (membaca) dan numerasi (berhitung) pada siswa. Pada fase pertama dan kedua, Program INOVASI fokus pada peningkatan kemampuan dan kualitas guru serta siswa.
Sementara pada fase ketiga, program INOVASI diarahkan untuk memperkuat kemitraan antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi melakukan LPTK yang dimiliki. Salah satu perguruan tinggi yang ikut terlibat yakni Universitas Nahdatul Ulama (UNU). (kir)



