BerandaNTBKOTA MATARAMSR akan Jadi Beban Daerah

SR akan Jadi Beban Daerah

PROYEK SPALD-T (Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpadu) di Kota Mataram nampaknya akan segera dimulai. Pemerintah Kota Mataram telah menyiapkan lahan untuk pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela. Proyek yang dibiayai bank dunia senilai Rp1 triliun menunggu tender dari pemerintah pusat.

Pada prinsipnya, Dewan menyambut positif megaproyek Ipal di Kota Mataram. ‘’Hanya saja kita memberikan beberapa catatan untuk kemudian dikawal oleh Pemkot Mataram. Salah satu pada waktu adalah kewajiban Pemkot Mataram terkait proyek ini,’’ ujar Sekretaris Komisi III DPRD Kota Mataram, Irawan Aprianto, ST., kepada Suara NTB, kemarin.

Yang paling besar menjadi beban daerah adalah SR (Sambungan Rumah). Irawan menyebut anggaran yang dibutuhkan untuk penyambungan SR, sangat fantastis. Oleh karena itu, Dewan berharap Pemkot Mataram melakukan negosiasi sebelum berjalannya program tersebut.

Kalau mengikuti permintaan dari pemerintah pusat terkait SR, lanjut politisi PKS ini, jelas Pemkot Mataram tidak akan sanggup. ‘’Karena nilainya sampai ratusan miliar,’’ sebut Irawan. Terkait pembangunan Ipal, dilakukan secara bertahap. ‘’Jadi memang di tahap-tahap awal akan dicover beberapa kecamatan. Kemudian selanjutnya akan dikembangkan terus. Itu harapan kita,’’ terangnya.

Nantinya diharapkan dapat mengcover semua kecamatan yang ada di Kota Mataram. ‘’Tapi mengerti ini dilakukan setahap demi setahap, hanya saja penekanan kami kembali, apakah sudah dilakukan renegosiasi terkait kewajiban Pemkot Mataram. Karena kalau ini tidak dilakukan maka beban kita terkait dengan proyek ini, akan sangat besar. Dimana APBD kita tidak sanggup untuk menanggungnya,’’ ungkap Irawan.

Anggota dewan dari daerah pemilihan Sandubaya ini mempertanyakan, kewajiban Pemkot Mataram dari negosiasi yang dilakukan itu. Jumlahnya berapa dan selama berapa tahun. ‘’Berapa jumlah dan itemnya. Kemudian berapa nilainya. Sanggup apa tidak. Gimana cara ngaturnya APBD kita yang sangat terbatas ini. Ini harus diclear-kan,’’ demikian Irawan.

Sebab, dewan sendiri belum melihat kemampuan Pemkot Mataram. Pemkot Mataram pernah menjanjikan akan membicarakan hal ini kembali bersama pemerintah pusat. ‘’Tapi sudah apa belum,’’ tanyanya. Irawan sepakat bahwa program ini penting, tetapi kebutuhan di daerah juga sangat banyak. (fit)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO