Mataram (Suara NTB) – Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) NTB masa bakti 2025–2030 resmi dilantik. Pelantikan pengurus digelar di Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Jalan Udayana, Mataram, Selasa, 21 Juli 2026.
Pelantikan dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Dekopinwil NTB dengan Perum Bulog Kanwil NTB dan Bank NTB Syariah. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat tata kelola koperasi, memperluas akses pembiayaan, hingga membangun rantai pasok dan pemasaran produk koperasi.
Acara dihadiri Ketua Harian Dekopin Pusat Priskhianto, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, serta para pelaku koperasi dan pemangku kepentingan lainnya.
Ketua Dekopinwil NTB, Lalu Anis Mudjahid, mengatakan pelantikan ini menjadi titik awal pembenahan organisasi sesuai arahan Gubernur NTB yang menekankan dua agenda utama, yakni penguatan tata kelola dan rebranding koperasi.
Menurutnya, perbaikan tata kelola akan menjadi prioritas melalui berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia koperasi, mulai dari pelatihan, pendidikan, hingga sertifikasi manajemen.
“Pesan Pak Gubernur ada dua, yaitu tata kelola dan rebranding. Tata kelola menjadi program yang akan kami jalankan secara serius melalui pelatihan, peningkatan manajemen, literasi, hingga sertifikasi agar koperasi dikelola secara profesional,” ujar Anis usai pelantikan.
Setelah fondasi tata kelola diperkuat, Dekopinwil NTB akan fokus membangun citra baru koperasi melalui pengembangan jejaring dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Menurut Anis, rebranding menjadi langkah penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi, khususnya generasi muda, yang selama ini masih memandang koperasi sebagai lembaga yang kurang menarik dan tertinggal.
“Harapannya, citra koperasi yang selama ini dianggap buruk bisa diperbaiki melalui program-program nyata dan kolaborasi dengan berbagai mitra. Dukungan yang kami terima pada momentum pelantikan ini sangat besar dan menjadi modal untuk melakukan perubahan,” katanya.
Anis juga menjelaskan, kerja sama dengan Bulog NTB dan Bank NTB Syariah menjadi langkah awal membangun ekosistem bisnis koperasi yang lebih kuat.
Melalui kemitraan dengan Bulog, koperasi akan dilibatkan dalam pengembangan jaringan ritel produk pangan Bulog, penyerapan komoditas seperti jagung, hingga pemanfaatan gudang-gudang milik koperasi yang selama ini belum optimal.
Dekopinwil NTB juga akan melakukan pendataan aset pergudangan yang dimiliki koperasi untuk kemudian disinergikan dengan kebutuhan penyimpanan komoditas Bulog.
Sementara kerja sama dengan Bank NTB Syariah difokuskan pada dukungan pembiayaan bagi koperasi, mulai dari rehabilitasi gudang hingga penguatan modal usaha sehingga terbentuk rantai usaha yang terintegrasi dari produksi, pembiayaan, penyerapan hasil, hingga pemasaran.
“Kalau Bulog memberikan kepastian pasar, maka Bank NTB Syariah akan memperkuat sisi pembiayaan. Jadi terbentuk ekosistem yang saling mendukung sehingga koperasi bisa bergerak lebih kuat,” jelasnya.
Selain memperbaiki tata kelola, Anis mengakui regenerasi pengurus dan peningkatan minat anak muda terhadap koperasi masih menjadi tantangan besar. (bul)

