BerandaNTBLOMBOK TIMURCabor Pencak Silat, Perguruan Elang Merah Lotim Borong Medali Porprov

Cabor Pencak Silat, Perguruan Elang Merah Lotim Borong Medali Porprov

Selong (Suara NTB) – Prestasi membanggakan diraih oleh Perguruan Pencak Silat Elang Merah dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026. Dari lima atlet yang dikirimkan, semuanya berhasil pulang membawa medali, menjadikan Elang Merah sebagai penyumbang medali terbanyak untuk Kontingen Lombok Timur.

Ketua Perguruan Silat Elang Merah, Muhammad Patoni, kepada Suara NTB, Selasa (21/7/2026) mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian ini. “Alhamdulillah, dari lima atlet kami, semuanya dapat medali. Kami menyumbang tiga emas, satu perak, dan satu perunggu untuk Lombok Timur,” ujarnya

Nama-nama atlet tersebut adalah M. Zacky Alamsyah Rahman, Kelas C Putra–meraih Medali Emas. Kedua, Baiq Taria Nanda Mauliya, Kelas E Putri–Medali Emas. Ketiga, Baiq Tri Atika Azzahra , Kelas C Putri–Medali Emas. Keempat, Wan Hardiyah Ihsan, Kelas D Putri–Medali Pera. Dan kelima, Neza Pramita Hadiyatmi, Kelas B Putri (Tanding)–Medali Perunggu.

“Dari total 15 perolehan medali Kabupaten Lombok Timur di Porprov tahun ini, Elang Merah menyumbang lima medali sekaligus menjadi kontributor terbesar,” ungkapnya.

Patoni menjelaskan, medali perak yang diraih Wan Hardiyah Ihsan tidak lepas dari faktor usia. “Yang perak itu kena usia juga. Tapi tetap kami syukuri,” tambahnya.

Keberhasilan ini menjadi modal penting jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang juga akan digelar di NTB. Patoni menegaskan, para atlet peraih emas diminta untuk semakin giat berlatih.

“Karena kita sebagai tuan rumah PON di NTB, kami minta anak-anak yang dapat emas ini bersiap lebih rajin lagi latihan. Apalagi salah satu atlet kami, Baiq Taria Nanda Mauliya, sudah pernah ikut PON tahun kemarin dan kini kembali meraih emas di PORPROV. Insya Allah bisa mempertahankan gelar juara,” ujarnya optimis.

Mengenai pelaksanaan Porprov tahun ini, Patoni menilai semua berjalan aman dan lancar berkat persiapan yang matang.

“Tidak ada kritik berarti, persiapan kami sudah lama dan hasilnya terlihat dari medali yang didapat,” katanya.

Perguruan Elang Merah sendiri berdiri sejak 1989, meski sempat vakum dan kini dihidupkan kembali. Nama “Elang Merah” pun memiliki filosofi mendalam.

“Elang selalu di atas, dan ketika mencari makan harus dengan perhitungan yang tepat. Sedangkan merah melambangkan keberanian,” jelas Patoni menutup wawancara.

Dengan raihan ini, Elang Merah membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan utama pencak silat Lombok Timur, sekaligus menorehkan kebanggaan bagi daerah di ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO