Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin mengaku tidak puas dengan capaian pengumpulan zakat sebesar Rp24 miliar oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lotim. Meskipun angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya, Bupati menilai masih banyak potensi yang belum tergarap maksimal.
“Belum puas ya. Memang kita syukuri, dari angka sebelumnya jauh di bawah, sekarang sudah jadi peningkatan yang cukup signifikan menurut saya. Tetapi kalau kita lihat dari luas wilayah, penduduk, serta sumber-sumber yang ada, para pengusaha yang harus disentuh masih sangat banyak. Dengan angka ini tentu kita belum puas,” ujar Bupati Haerul, Selasa (21/7/2026).
Berdasarkan data Baznas Lotim, capaian Rp24 miliar ini merupakan lonjakan drastis dalam kurun waktu satu tahun kepengurusan periode 2025–2030 di bawah nakhoda Drs. H. Muhammad Kamli. Angka tersebut bahkan melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026 sebesar Rp20 miliar. Namun, Bupati menilai potensi pengumpulan zakat di Lombok Timur masih jauh lebih besar.
“Kalau semua pegawai, semua pengusaha, semua masyarakat sadar menyalurkan zakat lewat Baznas, kita bisa di bawah Rp100 miliar,” tegasnya.
Ketidakpuasan Bupati juga dilandasi oleh masih banyaknya persoalan sosial yang harus ditangani. “Masih banyak masyarakat kita yang harus dilayani. Rumah tidak layak huni masih banyak, kemiskinan masih banyak. Ini yang membuat kita harus betul-betul konsentrasi untuk menggali zakat sebanyak mungkin,” ungkapnya.
Untuk meningkatkan pengumpulan zakat, Bupati mengusulkan agar para pimpinan Baznas lebih giat melakukan silaturahmi dan sosialisasi kepada para muzaki (pembayar zakat) serta pengusaha. “Pimpinan di sini banyak, mereka silaturahmi datang ke sana, memberitahukan bahwa di situ seperti ini. Itulah yang saya maksud diberikan pencerahan kepada mereka, supaya mereka tahu bagaimana pola kerjanya. Itu yang paling diinginkan oleh para muzaki,” jelasnya.
Saran Pengadaan Ambulans
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Haerul juga menyoroti pentingnya layanan transportasi bagi masyarakat miskin yang membutuhkan akses cepat ke fasilitas kesehatan. Ia menyarankan Baznas untuk mengalokasikan dana guna pengadaan ambulans.
“Nanti kita lihat, yang penting sudah saya utarakan itu jadi pemikiran para pimpinan di sini. Mungkin tidak 10 langsung, ya mungkin 4 dulu, 5 dulu. Tapi paling tidak sudah ada barang ketika orang miskin, orang butuh pelayanan cepat ke rumah sakit, ke puskesmas terdekat. Mereka sangat sulit dengan transportasi. Taruh nomor teleponnya, tinggal ditelepon langsung dijemput, langsung diantar untuk mempermudah masyarakat,” paparnya.
Sebagai informasi, capaian Rp24 miliar tersebut masih di bawah target yang dipatok pada Rakornas 2025 lalu, yakni sebesar Rp31 miliar. Namun Ketua Baznas Lotim, H. Muhammad Kamli, optimistis target tersebut bisa tercapai pada akhir Desember 2027 mendatang.
Sementara itu, Wakil Ketua II Baznas Lotim Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H. M. Hamidi, ST., M.Pd, menjelaskan bahwa sepanjang satu tahun pertama, total dana yang disalurkan mencapai Rp24.327.000.000 dengan menyasar 29.658 penerima manfaat, baik perorangan maupun lembaga. Program Tanggap Peduli Sesama (TPS) di bidang kemanusiaan menyerap dana terbesar, yakni Rp6,3 miliar. (rus)

