Giri Menang (Suara NTB) – Dana Desa (DD) Lombok Barat (Lobar) yang digelontorkan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) bagi masyarakat miskin selama dua tahun terakhir (2022-2023) sangat fantastis. Jumlahnya mencapai Rp82 miliar lebih, masing-masing tahun 2022 sebanyak Rp62,4 miliar dan tahun 2023 mencapai Rp20 miliar.
Besarnya anggaran yang digelontorkan ini tak cukup, jika mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) Lobar tahun 2023, angka kemiskinan bertambah sekitar 3.700 jiwa.
Berdasarkan data yang dihimpun suara NTB dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), tahun 2022 DD yang digelontorkan untuk BLT DD mencapai Rp62,4 miliar BLT DD yang disalurkan untuk masyarakat.
Kemudian tahun tahun 2023 penerima BLT sebanyak 5.618, dengan jumlah bantuan sebesar Rp20.224.800.000. Para penerima BLT DD ini tergolong warga yang miskin ekstrem atau berada pada desil 1. Intervensi BLT DD ini dihajatkan untuk mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem di Lobar maupun secara nasional.
Dikonfirmasi terkait efektivitas BLT DD terhadap penanganan kemiskinan di Lobar, Kepala Bappeda Lobar H. Akhmad Saikhu mengatakan bicara program intervensi untuk kemiskinan ekstrem khususnya dari BLT DD ada dampaknya terhadap penurunan warga miskin ekstrem. “Jumlahnya (kemiskinan ekstrem) turun dari 1,8 persen menjadi 1,2 persen, tapi kemiskinan makro memang ada kenaikan,” jelas Akhmad Saikhu, Kamis 25 April 2024.
Diakuinya, dari jumlah kemiskinan makro bertambah sekitar 3.700 Jiwa atau 0,28 persen. Di mana jumlah penduduk miskin sebanyak 102,71 ribu jiwa atau 13,67 persen, naik dari sebelumnya (2022) 99.000 atau 13,39 persen. Konteks bantuan BLT ini, strategi yang dilakukan untuk mengurangi beban rakyat. Kemudian ada juga program pemberdayaan, pelatihan, dan kolaborasi atau elaborasi program OPD.
Dalam hal kolaborasi, pihaknya memberikan data sasaran BLT kepada pihak desa sebagai acuan. Data mengacu P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) tersebut pun menjadi sasaran pihak desa. Yang hari pertanyaan nya? Seberapa jauh daya ungkit program bantuan langsung atau BLT DD ini terhadap penurunan kemiskinan?
angkahnya kedepan, tentu pihaknya lebih intens mengelaborasi data dengan OPD terkait seperti Dinas PMD khususnya soal output. “Ini bagian dari masukan bagi kami,”ujarnya. (her)


