spot_img
Kamis, Februari 26, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATDarurat Sampah, Pemkab Anggarkan Rp500 Juta Sewa Lahan di TPA Kebon Kongok

Darurat Sampah, Pemkab Anggarkan Rp500 Juta Sewa Lahan di TPA Kebon Kongok

Giri Menang (Suara NTB) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) menetapkan status darurat sampah, menyusul penumpukan terjadi di mana-mana akibat tak terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok sebagai dampak kebijakan Pemprov NTB membatasi jumlah rit pembuangan sampah.  Guna mengurangi tumpukan sampah ini, Pemkab Lobar mengalokasikan Rp500 juta pada APBD murni untuk sewa lahan pembuangan di TPA Kebon Kongok.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lobar H. L. Najamudin menerangkan bahwa mengantisipasi pengurangan pembuangan sampah ke TPA, pihaknya bisa mempergunakan lahan seluas 25 are untuk pembuangan sementara di TPA. “Sudah mulai kita buang di sana, di dalam areal TPA Kebon Kongok,” kata Najamudin.

Selain itu, disiapkan lahan seluas 1 hektar di TPA Kebon Kongok. Lahan itu disewa untuk pembuangan sampah sementara.

Proses sewa lahan 1 hektare pun tengah berproses di Pemprov NTB. Lahan itu disewa patungan oleh Pemprov NTB, Pemkab Lobar dan Kota Mataram.  Saat ini, lanjut dia, sedang dilakukan penghitungan Rencana Anggaran Belanja (RAB) oleh Pemprov NTB. “Tapi kita sudah siapkan anggaran, nanti berapa bagian kita, kita setorkan. Ada Rp500 juta kita siapkan,” terangnya.

Penanganan ini bersifat sementara, sementara disiapkan Landfill tahap II. Saat ini sedang dalam proses persiapan.

Diketahui, Pemkab Lobar menetapkan status darurat sampah, menyusul banyaknya titik Penumpukan sampah akibat tak bisa diangkut ke TPA Kebon Kongok dampak dari kebijakan pembatasan pembuangan sampah ke TPA yang kondisinya overload. Untuk mengurai tumpukan sampah ini, jadwal pembuangan sampah ke TPA pun ditambah yang tadinya satu rit menjadi dua rit per hari.

“Sudah ada SK Pak Gubernur tentang darurat sampah ini, kami sudah tindaklanjuti begitu keluar dari Gubernur, kita buat darurat sampah bulan Mei lalu. Memang benar tidak kita tutup-tutupi,”aku Najamudin.

Diakuinya, memang terjadi penumpukan sampah di beberapa tempat yang menjadi atensinya. Seperti tumpukan sampah di Pasar Gunungsari sudah diangkut selama tiga hari, mulai Sabtu, Minggu dan Senin. Kemudian, bergeser ke Pasar Jereneng, Labuapi. Selanjutnya, sampah di Pasar Keru, Kecamatan Narmada tim juga ada permintaan untuk penanganan.

Diharapkan dengan tambahan lokasi pembuangan ini tumpukan sampah bisa terurai.  Belum lagi penumpukkan di beberapa titik seperti Pasar Gerung dan TPS Kediri, yang belum tertangani. (her)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO