Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pemadam Kebakaran Penyelamatan (Damkarmat) Sumbawa, menyebutkan kerugian material akibat bencana kebakaran yang terjadi hingga bulan Juni mencapai Rp1 miliar lebih dan satu korban jiwa.
“Jadi berdasarkan data hingga bulan Juni sudah ada sekitar 24 kejadian kebakaran termasuk rumah yang terdampak yang didominasi rumah panggung,” kata Kadis Damkartan kepada Suara NTB, melalui Kabid Operasi Syahruddin Fachry, Jumat, 20 Juni 2025.
Fahri melanjutkan, berdasarkan hasil perhitungan diketahui akibat musibah tersebut kerugian material mencapai Rp1, 050 miliar. Bahkan dari puluhan musibah tersebut menimbulkan korban jiwa yakni kebakaran yang terjadi di Desa Pernek.
“Ini masih triwulan kedua sudah banyak kejadian, sehingga kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terutama di musim kemarau mendatang, “ucapnya.
Dia pun meyakinkan, bahwa hasil investigasi pasca kebakaran rata-rata musibah tersebut terjadi karena faktor kelalaian dari pemilik rumah. Bahkan di salah satu rumah, pihaknya menemukan adanya puntung rokok yang menjadi penyebab kebakaran.
“Rata-rata kebakaran terjadi karena pemilik rumah yang lalai, apalagi Sumbawa saat ini masuk dalam dasarian pertama musim kemarau,” sebutnya.
Ia mengimbau masyarakat sebelum meninggalkan rumah harus memastikan dalam kondisi aman. Pastikan semua kelistrikan aman dan tidak ada yang rusak, hal itu dilakukan untuk menekan terjadinya bencana kebakaran.
“Pastikan dulu rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan, sehingga hal yang tidak diinginkan bisa ditekan apalagi saat ini musim kemarau,” tambahnya.
Selain itu, peremajaan instalasi kelistrikan juga harus dilakukan untuk menjaga keselamatan dan mengurangi risiko terjadinya kebakaran yang lebih fatal. Karena jika dibiarkan dikhawatirkan akan menjadi pemicu terjadinya kebakaran.
“Kita harus waspada kemungkinan yang akan terjadi dengan tetap melakukan pengecekan secara intensif terhadap instalasi kelistrikan yang kita miliki,” tukasnya. (ils)


