spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANEcobrick Karya Mahasiswa dan Siswa, Ubah Sampah Plastik Jadi Meja Pojok Baca...

Ecobrick Karya Mahasiswa dan Siswa, Ubah Sampah Plastik Jadi Meja Pojok Baca di SDN 24 Mataram

Mataram (Suara NTB) – Mahasiswa Asistensi Mengajar di SDN 24 Mataram berhasil menginisiasi program kreatif dengan mengubah sampah plastik menjadi ecobrick, yang kemudian dijadikan meja pojok baca untuk siswa. Kegiatan yang dilaksanakan dari bulan Mei hingga Juni 2025 ini tidak hanya mendorong kesadaran lingkungan, tetapi juga mengajarkan praktik daur ulang sejak dini.

Ecobrick, gabungan dari kata “eco” (ramah lingkungan) dan “brick” (bata), dibuat dengan mengisi botol plastik bekas dengan sampah anorganik hingga padat. Produk ini kemudian dimanfaatkan untuk membuat furnitur, seperti meja baca yang kini menghiasi perpustakaan sekolah.

“Program ini adalah langkah awal untuk menanamkan kebiasaan berkelanjutan pada anak-anak. Kami harap mereka tumbuh sebagai agen perubahan yang peduli lingkungan,” ujar Huzaematul Huriah, salah satu mahasiswa Asistensi Mengajar.

Dosen Pendamping Lapangan, Dr. Prayogi Dwina Angga, S.Or., M.Pd., menyatakan kebanggaannya atas inisiatif ini. “Ini adalah contoh nyata bagaimana pendidikan tidak hanya terjadi di kelas, tetapi juga melalui tindakan konkret. Ecobrick bukan sekadar solusi sampah, tapi juga media edukasi yang powerful untuk generasi muda,” tuturnya.

Program ecobrick ini membuktikan pendidikan lingkungan harus dimulai dari hal sederhana. Melibatkan anak-anak dalam proses daur ulang tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga membangun tanggung jawab terhadap bumi. Menurut Prayogi, ini adalah investasi untuk masa depan yang lebih hijau.

Proses pembuatan ecobrick melibatkan pembersihan sampah plastik, pengeringan, dan pemadatan ke dalam botol hingga keras. Hasilnya yang kokoh bisa digunakan untuk berbagai keperluan, seperti kursi, pot bunga, atau bahkan tembok kecil.

Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk pola pikir siswa tentang pentingnya pengelolaan sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih. “Kami ingin anak-anak melihat bahwa sampah bisa jadi bernilai jika dikelola dengan kreatif,” tambah Huzaema.

Dengan semangat kolaborasi, program ini tidak hanya menghasilkan produk bermanfaat. Namun, kata Huazema, juga menanamkan nilai-nilai kelestarian lingkungan yang akan dibawa siswa hingga dewasa. (ron)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO