spot_img
Sabtu, Februari 28, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWAHanya Miliki 8 Siswa Baru, MPLS di SMPN 05 Tetap Berjalan

Hanya Miliki 8 Siswa Baru, MPLS di SMPN 05 Tetap Berjalan

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 05 Sumbawa, hanya memiliki 8 orang siswa tahun pelajaran 2025-2026 padahal sebelum proses pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sekolah telah melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah pendukung.

“Kami tidak tahu apa yang menjadi persoalan sehingga sekolah kami sepi peminat, padahal kami sudah melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah pendukung termasuk berkomunikasi dengan orang tua mereka,” kata kepala Sekolah SMPN 5, Eliya Kusumawati, kepada wartawan, Rabu, 16 Juli 2025.

Ia melanjutkan, sebenarnya sekolah pendukung pendukung yang sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi siswa/siswi kelas 6 sangat memenuhi. Tetapi kenyataan yang terjadi dari sekolah pendukung sangat minim.

“Contohnya dari SD Raberas hanya satu yang masuk, terus dari MI hanya dua sehingga total siswa baru kita hanya 8 orang padahal fasilitas yang kita miliki cukup bisa bersaing,” ucapnya.

Kondisi ini sebenarnya bukan tahun ini saja terjadi tetapi sudah berlangsung sejak lama. Bahkan di tahun 2024 pihaknya hanya menerima 7 orang siswa dan tahun 2023 hanya 9 orang, kondisi ini juga sudah dilaporkan ke pemerintah.

“Kami tidak tahu secara persis apa yang menjadi persoalan sehingga sekolah ini sepi peminat, padahal dari segi infrastruktur bangunan gedung dan sarana penunjang lainnya sangat lengkap,” ujarnya.

Ia menyebutkan, secara keseluruhan jumlah peserta didik yang berada di SMPN 5 kurang dari 50 orang siswa. Kelas IX hanya 20 orang siswa, kelas VIII hanya 5 orang siswa, dan kelas VII hanya 8 orang dari jumlah rombongan belajar yang seharusnya sebanyak 62 orang siswa.

“Sekolah ini bagus sebenarnya, bisa jadi karena kondisi tidak aman sehingga peminatnya sepi dan kondisi ini sudah sering dilaporkan,” tambahnya.

Ia berharap kepada pemerintah untuk bisa memberikan perhatian serius terhadap sekolah ini. Hal tersebut dilakukan agar aset yang dibangun pemerintah tersebut tidak sia-sia dan rusak begitu saja.

“Kami berharap pemerintah bisa memberikan atensi khusus terhadap sekolah ini, karena bagaimanapun juga bangunan ini dibangun dengan uang negara sehingga harus memberikan manfaat yang maksimal,” tukasnya. (ils)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO