spot_img
Rabu, Februari 25, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TENGAHSPAM Mandalika Diserahterimakan, Siap Penuhi Kebutuhan Air Bersih Kawasan The Mandalika

SPAM Mandalika Diserahterimakan, Siap Penuhi Kebutuhan Air Bersih Kawasan The Mandalika

Praya (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menerima penyerahaan pemanfaatan dan pengelolaan aset berupa fasilitas Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Mandalika, Jumat, 18 Juli 2025. Aset yang dibangun dengan anggaran mencapai sekitar Rp 200 miliar tersebut diserahkan perwakilan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB serta Balai Besar Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara (NT) I dan diterima oleh Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.IP.M.AP., di hadapan pegawai lingkup Pemkab Loteng saat senam bersama di halaman kantor Bupati Loteng.

Dengan penyerahan tersebut, fasilitas SPAM Mandalika tersebut kini dinyatakan siap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kawasan The Mandalika dan sekitarnya. Pemkab Loteng selanjutnya akan menyerahkan ke Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Ardhia Rinjani (Tiara) Loteng untuk dikelola.

Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng H. Lalu Firman Wijaya, S.T.M.T., kepada Suara NTB, mengatakan, ada dua paket pekerjaan yang diserahterimakan pengelolaanya ke Pemkab Loteng, yakni paket pekerjaan dari BPPW NTB serta paket pekerjaan BBWS NT I.

Fasilitas SPAM Mandalika itu nantinya akan mampu memproduksi air bersih hingga 100 liter per detik dengan 75 persen produksinya akan diserahkan oleh kawasan The Mandalika.  Sisa produksi air bersih yang ada itulah yang kemudikan disalurkan ke masyarakat di sekitar kawasan The Mandalika. “Untuk kawasan The Mandalika itu nantinya menggunakan tarif bisnis. Sementara yang ke masyarakat sekitar menggunakan tarif rumah tangga,” terang Firman.

Ia menjelaskan, dari perencanaan awal pembangunan SPAM Mandalika sebenarnya ada tiga paket pekerjaan yang disiapkan. Yang memungkinkan SPAM Mandalika memproduksi air bersih dengan kapasitas di atas 100 liter per detik. Namun baru dua paket pekerjaan saja yang diserahkan. Karena itu yang sudah siap untuk digunakan.

Kapan paket tiga akan dikerjakan? Firman menegaskan itu tergantung kebutuhan nantinya. Pasalnya, untuk saat ini pasar yang tersedia sudah bisa dipenuhi dengan kapasitas produksi yang ada. Nanti seiring waktu berjalan, pekerjaan paket tiga bisa saja dilaksanakan. Jika memang pemintaan air bersih meningkat.

“Inikan kebutuhan pasarnya. Jangan sampai kita sudah tiga paket ini, pasarnya tidak mampu menyerapnya,” tandas mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng ini.

Firman menjelaskan, aset yang diserahterimakan tersebut berupa fasilitas pengambilan air baku, jaringan transmisi, bangunan dan mesin boster serta fasilitas pengolahan air bersih dan pipa distribusi air bersih dengan total nilai aset mencapai Rp 200 miliar. “Untuk penyerahan selanjutnya dari Pemkab Loteng ke Perumdam Tiara Loteng akan diupayakan bulan ini juga,” pungkasnya. (kir)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO