Selasa, Maret 10, 2026

BerandaNTBKOTA MATARAMPemkot Mataram Komitmen Menjadi Kota Cerdas

Pemkot Mataram Komitmen Menjadi Kota Cerdas

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram terus menyempurnakan berbagai parameter program gerakan smart city dari pemerintah pusat. Penyempurnaan ini sebagai bentuk komitmen menjadi kota cerdas.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suandiasa menerangkan, pemerintah pusat memiliki program gerakan menuju smart city di beberapa daerah dan salah satunya termasuk Kota Mataram.

Program inisiatif pemerintah untuk mengembangkan kota yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. “Kita melakukan evaluasi terhadap OPD pengampu program smart city,” terangnya ditemui pada, Rabu, 24 September 2025.

Komponen program kota cerdas terdiri dari smart governance yakni, pemerintah yang cerdas dan transparan dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan publik.

Kedua, smart economy berkaitan dengan inovatif dengan pemanfaatan TIK untuk meningkatkan produktifitas dan daya saing bisnis. Ketiga, smart environment meliputi lingkungan yang  cerdas dan berkelanjutan dengan pemanfaatan teknologi meningkatkan kualitas lingkungan dan mengurangi dampai negative terhadap lingkungan. “Kita sudah ada maggot center dan incinerator yang ramah lingkungan,” paparnya.

Selanjutnya, smart mobility meliputi kemampuan masyarakat dalam meningkatkan keselamatan dan efisiensi transportasi. Terakhir, smart living meliputi kehidupan cerdas dan Sejahtera untuk meningkatkan kualitas hidup. “Progresnya sudah on the track dan bisa memenuhi parameter yang dirumuskan dan disepakati Pemkot Mataram dengan evaluator dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Pemkot Mataram tegas Nyoman, memiliki komitmen menjadi kota cerdas. Berbagai inovasi pelayanan publik mulai dilahirkan untuk mengatasi persoalan di tengah masyarakat.

Program kota cerdas lanjutnya, tidak memiliki target. Pemerintah pusat menjadikan program ini, sebagai gerakan bersama seiring dengan persoalan di daerah perkotaan.

Pemerintah ingin melihat kabupaten/kota merespon persoalan dihadapi masyarakat, apakah sesuai dengan dalam solusi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Namanya gerakan jadi tidak ada target tahun berapa akan tercapai,” demikian kata Nyoman. (cem)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO