PARIWISATA halal atau Halal Tourism yang menjadi salah satu ikon pariwisata NTB mampu menggaet Pemda Banten untuk melakukan kerja sama di bidang pariwisata dengan Pemprov NTB. Hal itu disampaikan melalui forum kerja sama antarprovinsi Mitra Praja Utama (MPU) yang diikuti 11 provinsi.
Wakil Gubernur NTB, Hj Indah Dhamayanti Putri menyatakan, kunjungan delegasi Pemprov Banten dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Banten, didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan jajaran asistennya. Mereka diterima Pemprov NTB untuk membahas peluang kolaborasi pengembangan sektor wisata.
“Beliau-beliau datang terkait dengan minat kerja sama di bidang pariwisata. Salah satunya akan melihat kalender event NTB yang bisa disinkronkan dengan Pemda Banten,” ujarnya, Kamis, 2 Oktober 2025.
Tertarik Wisata Halal dan Julukan “Seribu Masjid”
Menurutnya, ada sejumlah alasan yang membuat Banten menaruh perhatian khusus pada NTB. Selain memiliki basis budaya yang mirip dengan dominasi masyarakat muslim. Banten menilai branding NTB sebagai “wisata halal” dan “negeri seribu masjid” sangat potensial untuk digarap bersama.
“Kesamaan budaya dan karakter masyarakat muslim menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi NTB dikenal sebagai destinasi wisata halal dan negeri seribu masjid. Itu yang membuat mereka semakin tertarik,” lanjutnya.
Dalam waktu dekat, Pemprov Banten juga akan mengkaji pola keberpihakan anggaran daerah NTB terhadap sektor pariwisata. Model dukungan anggaran itu akan menjadi referensi dalam menyusun kebijakan serupa di Banten.
Dari kerja sama ini, mantan Bupati Bima dua periode itu mengaku dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedua daerah. Khususnya NTB yang saat ini sedang dilanda kontraksi selama dua triwulan berturut-turut.
“Kerja sama ini awalnya di sektor pariwisata. Tapi nanti bisa berkembang ke potensi lain seperti pertanian, peternakan, hingga perikanan. Harapannya kerja sama ini akan menumbuhkan perekonomian di kedua daerah,” jelasnya. (era)


