Mataram (Suara NTB) – Universitas Mataram (Unram) suskes menjadi tuan rumah penyelenggaraan Connect #12 yang mengusung tema “Advancing Sustainable Blue Economy Innovation for Resilient and Inclusive Growth” di Ruang Sidang Senat Unram, pada Selasa, 9 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi dan pertukaran gagasan mengenai penguatan ekonomi biru berkelanjutan yang tangguh dan inklusif.
Dalam sambutannya, Team Leader Connect Jana C. Hertz mengungkapkan bahwa, Indonesia dan Australia adalah dua negara yang memiliki kepentingan bersama dalam mendorong pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.
“Melalui Koneksi ini Indonesia dan Australia mendukung kemitraan yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan. Tetapi juga membantu menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi kebijakan, inovasi, dan solusi yang memberikan dampak yang nyata.” ungkapnya.
Selain itu, Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr. Raden Arthur Ario Lelono dalam sambutannya menyampaikan melalui inovasi dan teknologi hilirasasi, sedang membangun langsung ekosistem yang berdampak langsung pada kritis nasional yaitu rumput laut sebagai sumber berkelanjutan.
Membuka kegiatan Connect #12, Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. menyampaikan apresiasi kepada mitra dan seluruh peserta yang hadir. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa kemitraan dengan Australia tidak hanya bidang riset dan pendidikan. Namun kali ini kita berbicara pengelolaan berkelanjutan.
“Kami sangat bersyukur bahwa kemitraan dengan Australia tidak hanya bidang riset dan pendidikan, namun secara konsisten berbicara tentang pengelolaan berkelanjutan. Kita memiliki komitmen yang sama untuk menghadirkan solusi untuk tatanan global dimasa mendatang.” ungkapnya.
Hadirkan Narasumber dan Panelis dari Institusi Nasional dan Internasional
Kegiatan Connect #12 turut menghadirkan sejumlah narasumber dan panelis dari berbagai institusi nasional maupun internasional yang memiliki kepakaran di bidang ekonomi biru, riset kelautan, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan.
Para narasumber tersebut antara lain Dr. Eka S. Prasedya Dosen dan Peneliti Unram dan Dr. Maya Puspita dari PT Bahari Agro Indonesia. Selain itu, mereka mengadirkan Panelists handal dalam bidangnya Dr. Manoj Kumar dari Central Queensland University, Prof. Sasi Nayar (SARDI).
Diskusi juga diperkaya oleh para pembahas, yakni Muslim, S.T., M.Si., Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Selain itu ada Ika Retna Wulandary, S.T., M.Sc., Direktur Pengembangan Indonesia Timur Bappenas. Serta Prof. Yos Sunitiyoso, S.T., M.Eng., Direktur Hilirisasi Industri dan Kemitraan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Selain itu juga terdapat kunjungan laboratorium International Tropical Seaweed Reaserch Center (ITSRC) Unram oleh perwakilan pemerintah, kedutaan besar Australia, dan Koneksi. Connect #12 menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas negara dan lintas sektor merupakan kunci dalam menghadirkan inovasi yang relevan dan berkelanjutan. Dengan menghubungkan riset, kebijakan, dan implementasi, forum ini diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai terobosan yang memperkuat ekonomi biru. Selain itu, forum ini diharapkan menciptakan pertumbuhan yang tangguh, inklusif, dan berdampak bagi generasi mendatang. (ron)

