spot_img
Rabu, Februari 25, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAM Imbau Warga Pesisir Tetap Siaga

 Imbau Warga Pesisir Tetap Siaga

PEMERINTAH Kecamatan Ampenan, Kota Mataram mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi banjir rob. Imbauan ini disampaikan menyusul peringatan dini yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainudin Abdul Majid terkait potensi banjir rob di wilayah pesisir Lombok dan Bima.

Peringatan dini dari BMKG tersebut berlaku sejak 6 hingga 14 Oktober 2025. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain pesisir Lombok seperti Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, hingga Labuhan Lombok.

Camat Ampenan, Muzakkir Walad, meminta masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, bantaran sungai, dan daerah rendah untuk tidak lengah terhadap potensi kenaikan pasang air laut yang bisa menyebabkan banjir rob.

“Kami mengimbau seluruh warga, khususnya yang tinggal di daerah pesisir, agar tetap waspada dan mengambil langkah antisipasi apabila ada tanda-tanda kenaikan air laut,” ujarnya, Selasa, 7 Oktober 2025.

Fenomena banjir rob umumnya terjadi akibat kombinasi antara fase bulan purnama dan pasang laut maksimum, yang menyebabkan naiknya permukaan air laut hingga menggenangi kawasan pesisir. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama nelayan, pedagang di kawasan pantai, serta warga yang bermukim di daerah rendah.

Pemerintah Kecamatan Ampenan juga telah mengoordinasikan aparatur kelurahan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram untuk memantau perkembangan situasi di lapangan serta memberikan informasi secara cepat kepada masyarakat apabila terjadi peningkatan risiko.

“Tentunya kami akan melakukan pemantauan lebih intensif di wilayah rawan seperti Lingkungan Karang Bugis, Pondok Perasi, dan sekitarnya,” jelas Walad.

Masyarakat diimbau untuk tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama pada pagi dan malam hari ketika potensi pasang laut berada di titik tertinggi. Warga juga diminta untuk segera melapor ke pihak kelurahan apabila melihat tanda-tanda naiknya air laut ke daratan.

Selain itu, masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi gelombang melalui kanal resmi BMKG, seperti website dan media sosial, guna memperoleh informasi terkini yang akurat. (pan)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO