Sumbawa Besar (Suara NTB) – Sejumlah pekerjaan fisik yang dilaksanakan sejumlah OPD lingkup Pemkab Sumbawa, mengalami deviasi negatif, bahkan perkembangan pelaksanaan proyek belum sesuai target progres yang ditetapkan.
“Secara umum cukup bagus ada yang de Syarafuddin Jarot iasi positif dan ada juga yang negatifnya sehingga saling tutup. Tetapi secara rata-rata perkembangannya masih di bawah target,” kata Kabag Administrasi Pembangunan, H. Khaeruddin kepada Suara NTB, Kamis, 9 Oktober 2025.
Ia melanjutkan, seharusnya untuk pelaksanaan proyek di triwulan ketiga berada di angka 75 persen baik fisik maupun belanja. Namun, faktanya saat ini baru di angka 60 persen dan dianggap masih cukup rendah dengan sisa waktu dua bulan efektif.
“Kita masih punya waktu tiga bulan tetapi efektifnya hanya dua, sehingga kami minta OPD terkait untuk mempercepat pelaksanaan proyek fisiknya termasuk serapan anggaran,” ujarnya.
Salah satu yang menjadi catatan saat ini yakni pembangunan gedung DP2KB P3A yang masih mengalami deviasi negatif termasuk juga pengerjaan penataan simpang bingung. Terkait dengan hal tersebut pihaknya memastikan akan tetap turun guna melakukan pengawasan sehingga pengerjaannya selesai tepat waktu.
“Kami tetap akan melakukan pengawasan secara khusus terkait pelaksanaan pekerjaan fisik yang ada apalagi jelang akhir tahun. Hal itu kami lakukan untuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.
Ia mengatakan, terkait masih adanya defiasi negatif lantaran ada teknis internal di kontraktor pelaksana proyek tersebut. Hal ini tentunya sangat disayangkan, karena dikhawatirkan akan menjadi kendala nantinya dan masalah ini bukan hanya terjadi saat ini saja, melainkan setiap tahun anggarannya.
“Kami meminta agar pimpinan SKPD-nya memiliki inovasi untuk mempercepat pelaksanaan program. Kami juga tidak tahu secara persis apa yang menjadi kendala di lapangan, sehingga ditemukan deviasi negatif,” ucapnya. (ils)

