Selasa, Maret 10, 2026

BerandaNTBKOTA MATARAMDP3A Gelar Pelatihan Pembuatan Aneka Roti bagi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi

DP3A Gelar Pelatihan Pembuatan Aneka Roti bagi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram, menggelar pelatihan pembuatan aneka roti bagi perempuan rawan sosial ekonomi pada, Kamis, 30 Oktober 2025. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Mataram, Hj. Yunia Arini menerangkan, pelatihan pembuatan aneka roti menyasar perempuan rawan sosial ekonomi di Kota Mataram. Kegiatan mengedepankan aspek pemberdayaan, agar ibu rumah tangga memiliki ketahanan ekonomi. “Kegiatan ini dihadiri oleh 50 peserta. Jadi kita punya empat kegiatan sehingga total pesertanya 200 orang,” sebut Yuni ditemui pada, Kamis, 30 Oktober 2025.

Plt Kadis DP3A Kota Mataram Hj. Yunia Arini didampingi Kabid PUG Hj. Yuni Hartati Kusuma Dewi, Pejabat Fungsional Ni Made Destini dan Narasumber Hj. Baiq Mardiaty Mungguh mengecek proses pembuatan kue pada, Kamis (30/10). (Suara NTB/cem)

Program ini menyasar seluruh kecamatan di Kota Mataram dan diwakili oleh beberapa kelurahan. Yuni menegaskan, pemilihan peserta tidak serta merta. Prosesnya melalui penjaringan mengacu pada data kemiskinan ekstrem dan dipadukan data perempuan rawan sosial ekonomi.

Tahapan selanjutnya dilakukan identifikasi ke masing-masing kelurahan. Pelatihan ini memiliki fokus pengelolaan bahan pangan yang berbeda-beda. Contohnya, pembuatan manisan, keripik, kue, dan lain sebagainya. “Kalau hari ini (kemarin,red)  pengolahan roti,” ujarnya.

Program pemberdayaan ini, diharapkan meningkatkan pendapatan perempuan. Selain itu, mereka tidak menjadi perempuan rawan sosial ekonomi. Dengan pelatihan yang diikuti bisa mengembangkan kemampuan, sehingga menambah pendapatan keluarga.

Yunia menegaskan, pelatihan pengolahan pangan relatif lebih mudah. Tujuannya agar perempuan di Kota Mataram, dapat membuka dan menjadi pelaku usaha mikro,kecil, dan menengah. “Kita harapkan mereka keluar dari kategori kemiskinan ekstrem,” harapnya.

DP3A tidak hanya memberikan pelatihan, melainkan memberikan dukungan bantuan peralatan sesuai keahlian mereka. Tantangan pasca pelatihan adalah implementasi. Pihaknya melibatkan pendamping dari kelurahan, supaya membantu monitoring dan evaluasi program sehingga diketahui efektifitasnya. (cem/*)

IKLAN

RELATED ARTICLES
IKLAN





VIDEO