spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURLombok Timur Belum Punya Industri Skala Besar

Lombok Timur Belum Punya Industri Skala Besar

Selong (Suara NTB) – Dinas Perindustrian (Disperin) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengakui hingga saat ini belum terdapat industri skala besar yang beroperasi di wilayah tersebut. Kepala Disperin Lotim, Hariyadi Surenggana, mengatakan meski belum memiliki industri besar, pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah (IKM) di daerah ini justru sangat pesat.

“Memang belum ada industri skala besar di Lombok Timur. Tapi jumlah IKM sudah lebih dari 10 ribu unit dan terus bertambah,” ungkap Hariyadi menjawab Suara NTB, Kamis, 30 Oktober 2025.

Menurutnya, perkembangan IKM di Lotim menunjukkan tren positif, terutama pada sektor-sektor seperti gerabah, rokok, dan kuliner. “Pertumbuhan IKM di tingkat bawah sangat bagus. Skalanya memang masih rumah tangga, tapi aktivitas ekonominya hidup,” ujarnya.

Hariyadi menjelaskan, untuk dapat berkembang menjadi industri besar, pelaku IKM harus memenuhi berbagai persyaratan ketat, termasuk sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) disebutnya sudah mulai membantu para pelaku usaha lokal dalam memfasilitasi proses pemenuhan standar tersebut.

“Menuju industri besar tentu tidak sederhana. Selain syarat administrasi dan teknis, juga butuh akses permodalan yang kuat,” tambahnya.

Saat ini, sebagian besar produk industri yang beredar di Lotim masih didatangkan dari luar daerah, terutama dari Pulau Jawa. Namun, beberapa produk lokal juga telah mampu menembus pasar luar daerah bahkan luar negeri. Ia mencontohkan produk gerabah asal Loyok dan Penakak Masbagik yang sudah diekspor ke berbagai negara.

“Untuk menjadi besar butuh waktu dan ketahanan pelaku usahanya. Harapan kami, ke depan porang bisa menjadi salah satu industri besar di Lombok Timur. Tapi itu pun masih menunggu hasil panen petani,” katanya.

Hariyadi juga menilai, faktor-faktor eksternal seperti bencana alam maupun nonalam turut memengaruhi dinamika pertumbuhan industri. Selain itu, keberadaan konsumen dan daya beli masyarakat menjadi penentu utama bagi keberlanjutan industri kecil di daerah.

“Yang terpenting sekarang, bagaimana kita menjaga agar IKM tetap tumbuh dan naik kelas. Karena dari situlah pondasi industri besar nantinya bisa terbentuk,” demikian pungkasnya. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO