Bima (suarantb.com) – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Bima. Tiga unit rumah milik warga RT 07/RW 03 Dusun Lakeke, Desa Doridungga, Kecamatan Donggo, hangus dilalap api pada Sabtu (15/11/2025) sekitar pukul 15.00 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi kerugian ditaksir mencapai Rp250 juta.
Kepala Dinas Damkar Kabupaten Bima, A. Rifai, yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, kebakaran berawal dari rumah panggung milik H. Abidin (80). Saat itu warga melihat asap tebal muncul dari bagian dalam rumah, disusul api yang dengan cepat membesar. “Api pertama kali terlihat dari rumah panggung milik H. Abidin. Warga berteriak meminta tolong dan langsung melakukan pemadaman dengan alat seadanya,” jelasnya saat dikonfirmasi pada Minggu (16/11/2025).
Karena konstruksi rumah panggung yang mudah terbakar, api dengan cepat merembet ke permukiman sekitar. Dua rumah lainnya ikut terdampak, masing-masing milik H. Yani (65), pensiunan PNS yang tinggal di rumah lantai dua, serta rumah permanen milik Juraid (60), juga pensiunan PNS.
“Rumah panggung 9 tiang milik H. Abidin rata dengan tanah. Sementara rumah lantai dua milik H. Yani hangus di bagian dalam, dan rumah permanen milik Juraid terbakar pada bagian kiri termasuk empat jendela,” paparnya.
Selain merusak tiga unit rumah, kobaran api juga menghanguskan empat sepeda motor, satu sepeda dayung, 70 sak pupuk urea dan Ponska, serta satu unit kompresor. Rifai mengatakan total kerugian materi diperkirakan sebesar Rp250 juta.
Warga berusaha memadamkan api sejak awal, namun karena keterbatasan peralatan, api baru dapat dikendalikan sekitar pukul 15.30 Wita. Mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Madapangga dan Damkar Kabupaten Bima baru tiba di lokasi pada pukul 15.55 Wita. “Setiba di lokasi, petugas langsung melakukan penyisiran dan memastikan tidak ada titik api yang tersisa,” ujar Rifai.
Hasil penelusuran awal menyebutkan, kebakaran diduga kuat dipicu korsleting listrik di rumah H. Abidin yang saat kejadian sedang tidak berada di tempat. Rifai mengimbau warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik demi menghindari kejadian serupa. “Kami sudah berkoordinasi dengan PLN Donggo agar melakukan pengecekan berkala terhadap kabel-kabel tua atau berpotensi korslet,” tegasnya.
Rifai juga menyoroti jarak tempuh mobil pemadam yang cukup jauh sehingga penanganan darurat membutuhkan waktu. Ia berharap pemerintah daerah dapat menempatkan satu unit mobil damkar di Kecamatan Donggo. “Kami sangat berharap adanya penambahan pos damkar di wilayah pegunungan seperti Donggo agar respons lebih cepat,” ujarnya.
Pascakebakaran, situasi di Desa Doridungga terpantau aman dan kondusif. Pemerintah Kabupaten Bima bersama instansi terkait diharapkan segera memberikan bantuan kepada para korban yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda. “Kondisi rumah warga yang terbakar cukup parah, sehingga mereka sangat membutuhkan bantuan darurat,” tutup Rifai. (hir)


