PEMERINTAH Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, menekankan normalisasi saluran drainase sebagai upaya mengurangi risiko banjir saat musim hujan. Fokus penanganan dilakukan pada kawasan permukiman padat penduduk yang kerap mengalami penumpukan sedimentasi dan penyempitan aliran air.
Upaya ini selaras dengan arahan Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, yang sebelumnya menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana saat apel siaga bencana bulan lalu. Pemerintah kelurahan diminta memperkuat langkah mitigasi di tingkat lingkungan, salah satunya melalui perawatan berkala saluran drainase.
Lurah Dasan Cermen, Dr. Sri Sulistiowati, menjelaskan pihaknya telah memulai pemetaan titik-titik rawan genangan untuk menentukan lokasi yang perlu ditangani berdasarkan skala prioritas. Menurutnya, sejumlah jalur air mengalami pendangkalan akibat sedimentasi dan aktivitas masyarakat.
“Beberapa minggu lalu kami sudah melakukan gotong royong bersama masyarakat di kali simpang empat Dasan Cermen. Bahkan saya menekankan normalisasi di selokan-selokan kecil karena itu yang sering menyebabkan aliran tersumbat,” ujarnya, kemarin.
Sri Sulistiowati yang akrab disapa Sulis menambahkan, kontribusi dan kesadaran warga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran drainase. Pemerintah kelurahan, kata dia, tidak mungkin bekerja sendiri tanpa adanya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Di sisi lain, untuk kali di Jalan Raden Mas Panji Anom 2 yang berbatasan dengan Kelurahan Pagutan Timur, ia menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram. Normalisasi pada saluran tersebut menjadi perhatian karena merupakan salah satu jalur air utama yang menampung aliran dari permukiman sekitar.
Sulis mengakui, kondisi kali tersebut sudah mengalami pendangkalan cukup parah. Kelurahan Pagutan Timur sebelumnya telah melakukan pembersihan secara swadaya pekan lalu, namun kondisi aliran masih belum optimal.
“Memang sudah dangkal, dan di Kelurahan Pagutan Timur kerap terjadi genangan maupun banjir karena datarannya rendah. Karena itu wilayah tersebut diprioritaskan untuk pengerukan agar aliran air kembali lancar,” jelasnya.
Ia berharap, percepatan normalisasi dapat meminimalkan risiko banjir lokal yang sering terjadi saat curah hujan tinggi. Pemerintah kelurahan juga akan menjadwalkan pemeliharaan berkala dan menyiapkan imbauan resmi kepada warga agar tidak membuang sampah ke selokan maupun kali. (pan)


