Giri Menang (Suara NTB) – Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) menggelar Dialog terbuka “Program Air Minum dan Sanitasi Capres dan Cawapres 2024″ di Hotel Grand Sahid, Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis 1 Februari 2024. Dialog tersebut dihadiri para pengurus Perpamsi Pusat dan tim masing-masing Capres-cawapes serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Perpamsi Pusat sekaligus Dirut PTAM Giri Menang HL Ahmad Zaini yang akrab disapa LAZ mendorong bahkan menantang semua Capres untuk meningkatkan anggaran air minum jika terpilih pada 2024. Zaini menyinggung kondisi air minum di Indonesia. Dimana kondisi ketersediaan air bersih melalui perpipaan di dalam negeri baru tersedia di bawah 20 persen. Kondisi air minum dan sanitasi di dalam negeri masih mengkhawatirkan, dengan capaian yang rendah dibandingkan negara lain.
Menurut Zaini, peningkatan anggaran sektor air minum harus dilakukan. “Sebab sejak 1945, Kita ini sudah 78 tahun merdeka, tapi cakupan air minum perpipaan kita baru mencapai 19,47 persen atau paling tidak setara dengan 15,9 juta sambungan rumah, dan 10,16 persen cakupan sanitasi,”terang Ketua Umum Perpamsi ini. Untuk itu, Ketua Perpamsi mendorong kepada delegasi dari masing-masing tim pemenangan Capres dan Cawapres untuk menyelesaikan persoalan itu, salah satunya dengan penganggaran untuk sektor air minum.
“Karena itu Negara harus hadir dalam penyediaan air minum. Apa bentuk yang bisa dilakukan? Beranikah pemerintah selanjutnya siapapun yang terpilih untuk berani menganggarkan sebesar 2-3 persen APBN , hingga APBD untuk sektor air minum. Jika mampu menganggarkan sebesar 2-3 persen, urusan air minum jauh lebih cepat selesainya dari yang (sudah) kita lakukan,” lanjut Ketua Umum Perpamsi ini. Lebih lanjut dikatakan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Zaini mengatakan pemerintah menetapkan target 100 persen akses air minum dan sanitasi layak, dengan 30 persen perpipaan termasuk 15 persen air minum aman.
Agar target ini tercapai, ia pun mengatakan pemerintah perlu menggelontorkan anggaran lebih setiap tahun. “Kalau kita lihat RPJMN target (perpipaan) 2030 harus tercapai 30 persen artinya setengah dari yang tercapai harus tercapai dalam 6 tahun, dan 6 tahun ini akan ada di masa pemerintahan yang akan datang,” ucapnya.
“Jika kita ingin mewujudkan RPJMN, apalagi mewujudkan Indonesia maju 2045 tercapai 100 persen, (maka) makin sulit lagi itu tercapai (tanpa dukungan anggaran),” sambungnya.Oleh sebab itu, Zaini mengaku ingin berdiskusi dengan semua tim sukses capres dan cawapres soal hal tersebut. Menurutnya, isu sektor air minum harus dicari jalan keluarnya bersama-sama dan diharapkan menjadi isu prioritas bagi pemerintahan yang akan datang.
“Saya harap kegiatan hari ini bisa melahirkan berbagai kebijakan nantinya yang kita akan titip di masing-masing paslon karena salah satu pasti terpilih. Kita berharap potret air minum yang ada bisa jadi prioritas utama pemerintah yang akan datang,” pungkasnya. Apa yang disampaikan oleh LAZ itu pun mendapatkan respons positif dari segenap tamu yang hadir, begitupula dari tim capres dan cawapres. Hadir dalam acara Dialog tersebut, Wakil Ketua Dewan Pakar Timnas AMIN, Amin Subekti. Anggota Dewan Pakar TKN Muhammad Sirod dan Sekretaris Eksekutif TPN, Heru Dewanto. (*)

