BerandaPENDIDIKANIAHN Gde Pudja Mataram Berikan Pembinaan Bakat dan Minat Kehumasaan kepada Mahasiswa

IAHN Gde Pudja Mataram Berikan Pembinaan Bakat dan Minat Kehumasaan kepada Mahasiswa

Mataram (Suara NTB) – Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram menggelar Pembinaan Bakat dan Minat Kehumasan Mahasiswa di Aula Lantai III Rektorat IAHN Gde Pudja, pada Rabu 5 juni 2024 dan Kamis 6 juni 2024. Pembinaan ini dilakukan untuk mengembangkan bakat dan minat, serta kompetensi kehumasaan mahasiswa dalam membangun citra perguruan tinggi.

Ketua Panitia Pembinaan Bakat dan Minat Kehumasan Mahasiswa, Ni Made Ayu Gempa Wati, S.Ag., M.Pd.H., dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini dilatarbelakangi kegiatan rakornas pada 4 Mei sampai dengan 6 Mei 2024 di Bandung. Dalam kegiatan itu disampaikan bahwa pegawai, dosen, dan mahasiswa harus berkolaborasi dalam membangun citra lembaga, apalagi perguruan tinggi sebagai bentuk branding kampus.

Tujuan pembinaan ini untuk mencari dan mengetahui bakat dan minat maahasiswa sesuai kompetensinya. “Melahirkan duta-duta terbaik yang mau terus mengasah diri sehingga meningkatkan kualitas lulusan yang siap untuk bersaing di dunia nyata mereka nantinya setelah lulus. Tentunya akan mengharumkan nama almamater tercinta,” ujar Ni Made Ayu Gempa Wati.

Diakuinya, minat mahasiswa cukup beragam. Mahasiswa juga antusias mengikuti pemilihan duta kampus untuk delapan kategori yaitu duta literasi, duta wirausaha, duta inspiratif, duta public relation, duta moderasi beragama, duta kampus, duta dharma, dan duta intelegensia. “Para pembina telah meluangkan waktu untuk penilaian, bahkan unutk hari ini (kemarin) masih ada penilaian,” ujarnya.

Pembinaan bakat dan minat mahasiswa yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan sembilan narasumber dari unsur Putri Indonesia NTB, Master of Ceremony (MC) yang cukup andal di NTB, MC dari unsur wirausaha, dari Dinas Pariwisata, Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia (ICHI), dan narasumber lainnya. Peserta pembinaan ini sebanyak 200 orang yang terdiri dari dosen, pegawai, dan mahasiswa IAHN Gde Pudja Mataram.

Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. I Wayan Wirata, A.Ma.,S.E.,M.Si.,M.Pd., menyampaikan, pembinaan ini diharapkan mampu menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang memiliki bakat dan profesional dalam bidang kehumasan dan publikasi. “Sehingga memberikan dampak positif terhadap branding atau citra terhadap kualitas lembaga IAHN Gde Pudja Mataram,” ujarnya.

Di samping itu, melalui pembinaan ini, publikasi yang disampaikan oleh mahasiswa ke depan diharapkan bisa memberikan kontribusi positif kepada pihak terkait dan masyarakat. Termasuk bisa meningkatkan hubunga kerja sama yang lebih baik dengan berbagai, termasuk pemangku kebijakan.

“Pembinaan ini menyasar mahasiswa, karena mahasiswa adalah SDM yang perlu dikader dalam kaitannya pendewasaan untuk bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan publik. Mahasiswa sebagai cikal bakal generasi penerus, karena itu perlu upaya untuk meningkatkan SDM generasi muda berlandaskan nilai-nilai agama dan kitab suci,” pungkas Rektor.

Narasumber pertama dalam pembinaan ini, yaitu Dr. I Gusti Lanang Media yang merupakan Ketua Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia (ICHI) Regional NTB. Ia mengingatkan kepada peserta, bahwa mahasiswa saat ini merupakan calon pemimpin masa depan, karena tidak banyak generasi muda di Indonesia yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi. “Artinya kesempatan jadi mahasiswa harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk jadi pemimpin,” ujarnya

Gusti Lanang Media juga mengingatkan mahasiswa agar aktif berorganisasi. Banyak manfaat berorganisasi bagi mahasiswa, di antaranya belajar menjadi pemimpin, memiliki soft skill, dan pembentukan karakter dan kepercayaan diri.
Ia juga menjelaskan mengenai humas atau public relation. “Intinya humas merupakan orang atau bagian yang bertanggung jawab untuk bisa mem-branding organisasi, tentunya branding yang bagus. Supaya publik bisa mendapatkan gambaran bagus tentang organisasi. Saya berharap seluruh mahasiswa menjadi humasnya kampus, cinta almamater, karena itu tanggung jawab kita. Jadilah humas-humas yang baik,” sarannya.

Kegiataan pembinaan itu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Narasumber-narasumber lainnya juga memberikan banyak bekal pengetahuan kepada mahasiswa dalam hal pengembangan bakat dan minat, serta penguatan kompetensi kehumasan. (ron/*)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO