spot_img
Senin, Juli 22, 2024
spot_img
BerandaBlogTerima Dua Penghargaan Bidang Pembangunan Keluarga, Haji Firin: Itu Buah Kerja Kolaboratif 

Terima Dua Penghargaan Bidang Pembangunan Keluarga, Haji Firin: Itu Buah Kerja Kolaboratif 

Taliwang (Suara NTB) – Mendapat penghargaan dua sekaligus dari presiden RI atas dedikasinya di bidang pembangunan keluarga tak membuat bupati Sumbawa Barat, H. W. Musyafirin jumawa. Bupati KSB dua periode ini menganggap bahwa prestasi itu atas kerja sama semua pihak.

“Prestasi ini saya persembahkan untuk seluruh warga Sumbawa Barat yang secara gotong royong mendukung pembangunan di daerah,” katanya Haji Firin, Senin (1/7).

Sebagaimana diketahui Haji Firin di acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 Tahun 2024 di Semarang, Jawa Tengah menerima dua penghargaan sekaligus. Yakni penghargaan iBangga (Indeks Pembangunan Keluarga) Award Tahun 2024 dan penghargaan perseorangan berupa Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya (SWK) Bidang Bangga Kencana Tahun 2024. Kedua penghargaan itu berkaitan dalam upaya pembangunan keluarga.

Menurut Haji Firin, prestasi yang ditorehkannya itu tidak lepas dari kerja berbagai elemen. Tidak saja pemerintah, masyarakat dan seluruh stage holder lainnya turut memiliki andil sehingga semua program yang dilaksanakan selama ini berhasil guna. “OPD, pegawai, masyarakat dunia usaha selama ini selalu kita libatkan dalam setiap program apapun. Jadi ini buah dari aksi kerja kolaborasi bersama semua kita,” tegasnya.

Dua program bukti kolaborasi berbagai pihak yang mengantar bupati meraih dua penghargaan sekaligus saat ini. Adalah penuntasan 5 Pilar STBM dan penanganan stunting. Menurut Haji Firin, dalam mengentaskan kedua persoalan itu sangat mustahil berjalan cepat tanpa melibatkan partisipasi berbagai pihak.

Karena itu sejak di awal kepemimpinannya pondasi gotong royong sebagai semangat dan falsafah hidup bangsa Indonesia itu ditanamkan. Lewat Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) pelibatan berbagai elemen dilembagakan untuk kemudian dijadikan alat kolaborasi menjalankan berbagai program pembangunan pemerintah.

“Tidak bisa saya dan pak wakil bupati bekerja atau OPD sendiri mengerjakan misalnya penuntasan Pilar STBM dan penurunan stunting. Butuh waktu lama. Tidak seperti sekarang kan, cepat karena memang kita kerjakan sama-sama. Gotong royong,” tandas bupati kedua KSB ini.

Terakhir Haji Firin menyatakan, capaian prestasi yang diraihnya atas nama daerah itu agar dapat terus dipertahankan. Terutama dalam hal pola kerjanya di mana pemerintah wajib melibatkan partisipasi berbagai elemen masyarakat secara paripurna. “Untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, maka melibatkan mereka adalah cara yang tepat,” imbuhnya. (bug) 

RELATED ARTICLES
- Advertisment -


Most Popular

Recent Comments