spot_img
Sabtu, Juli 20, 2024
spot_img
BerandaPENDIDIKANPPDB Jalur Zonasi di SMAN 1 Mataram Diwarnai Persoalan KK

PPDB Jalur Zonasi di SMAN 1 Mataram Diwarnai Persoalan KK

Mataram (Suara NTB) – Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) tahun ajaran 2024/2025 jalur zonasi untuk jenjang SMA di Provinsi NTB dibuka mulai Senin, 1 Juli 2024 hari ini sampai dengan Rabu, 3 Juli 2024. Sejumlah sekolah diserbu calon siswa sejak hari pertama. Di SMAN 1 Mataram, pendaftaran PPDB jalur zonasi diwarnai masalah Kartu Keluarga (KK) yang butuh pembaruan.

Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Mataram, yang juga Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMAN 1 Mataram, Burhanudin pada Selasa, 2 Juli 2024 mengatakan, pendaftar di SMAN 1 Mataram relatif cukup banyak. Pendaftar yang sudah terverikasi sebanyak 245 orang, sedangkan yang belum terverifikasi sebanyak 93 orang. Ia mengungkapkan, salah satu tantangannya pada PPDB jalur zonasi tahun ini terkait masalah KK yang butuh pembaharuan.

“Sedangkan Dukcapil Kota tidak ada kepala dinas-nya karena pensiun. Tidak banyak, ada 4 KK yang menggunakan KK lama yang tidak menggunakan barcode (kode batang) itu saja. Yang memiliki barcode lancar-lancar saja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, persoalan pembaharuan KK itu terutama untuk calon siswa yang memiliki KK lama. Terkait permasalahan itu, pihaknya meminta calon siswa membawa surat dari Lurah setempat yang menyatakan calon siswa itu benar tinggal di Alamat sesuai KK. “Sementara kami minta survei dari luruh bahwa dia (pendaftar PPDB) benar tinggal di daerah tersebut,” jelas Burhanudin.

Dalam PPDB zonasi jenjang SMA, penetapan zona berdasarkan alamat tempat tinggal calon peserta didik yang mengacu pada data peserta didik SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat tahun pelajaran 2023/2024 yang bersumber dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemdikbudiristek dan sesuai alamat pada Kartu Keluarga. Domisili calon peserta didik didasarkan pada alamat pada Kartu Keluarga (KK) yang diterbitkan paling singkat 1 (satu) tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB dimulai.

Pendaftar jalur zonasi di SMAN 1 Mataram sudah jauh melebih daya tampung untuk jalur zonasi. Berdasarkan petunjuk teknis (Juknis) PPDB, kuota di SMAN 1 Mataram sebanyak 216 orang.

Sebelumnya, Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., pada Minggu (30/6) mengatakan, kuota jalur zonasi jenjang SMA minimal 60 persen dari daya tampung sekolah. Ia mengingatkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan calon siswa terkait seleksi pada PPDB jalur zonasi SMA di NTB.

Seleksi dalam PPDB jalur zonasi SMA di NTB dengan cara menghitung jarak tinggal calon siswa baru dengan sekolah tujuan. Serta, memperhatikan status dalam hubungan keluarga yang tertera pada kartu keluarga.

“Seleksi penerimaan pada jalur zonasi selain menghitung jarak tinggal calon peserta didik dengan sekolah tujuan, juga memperhatikan status hubungan dalam keluarga yang tertera pada Kartu Keluarga setiap calon peserta didik dengan urutan prioritas 1. Anak Kandung, 2. Cucu, 3. Famili Lain,” ungkap Aidy.

Terkait dengan cara mendaftar, setiap calon siswa yang telah mengisi formulir Pendataan Pra PPDB wajib melakukan pendaftaran secara online melalui laman https://ppdb.dikbud.ntbprov.go.id/student/login sesuai dengan tanggal pelaksanaan untuk masing-masing jalur pendaftaran. Calon siswa baru menginput Nomor Induk Siswa Nasional dan Tanggal Lahir sebagai password default atau password yang telah dibuat untuk Login ke dalam aplikasi PPDB Online.

“Calon siswa juga wajib menentukan titik lokasi rumahnya berdasarkan peta yang tersedia pada aplikasi. Calon siswa wajib menginput nama orang tua sesuai ijazah,” ujarnya.

Selain itu, calon siswa wajib menginput nilai rapor semester 1 sampai dengan 5 dan mengunggah dokumen rapor masing-masing semester. Kemudian, calon siswa wajib membuat surat pernyataan bebas narkoba sebagaimana termuat dalam aplikasi PPDB online.

Calon siswa dapat memilih satu sekolah dalam zonasi rumah tinggalnya. Terakhir, calon siswa mencetak bukti pendaftaran online. (ron)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -


Most Popular

Recent Comments