spot_img
Kamis, Juli 25, 2024
spot_img
BerandaEKONOMIBPR NTB Siapkan Tim Konversi ke Syariah

BPR NTB Siapkan Tim Konversi ke Syariah

Mataram (Suara NTB) – BPR NTB menyiapkan tim untuk menyelesaikan konversi. Tahun depan diharapkan salah satu BUMD keuangan NTB ini sudah beroperasi penuh sebagai bank syariah. Direktur Utama BPR NTB, Sudharmana di Mataram, Kamis, 4 Juli 2024 menyampaikan, sudah membentuk tim, beserta timelinenya.

Tim ini yang akan bekerja menyiapkan SDM, menyiapkan perangkat-perangkat aturan lainnya. Termasuk menyelesaikan ketentuan-ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Beberapa hal yang sudah mulai dan akan dilakukan diantaranya, pelatihan untuk pengenalan syariah kepada seluruh karyawan BPR NTB.

Selain itu, BPR NTB akan melakukan studi banding, bisa ke BPR Syariah Aceh, dan BPR Jam Gadang Syariah Sumatera Barat. “Kami ingin pelajari melihat prosesnya BPR-BPR yang sudah sukses konversi ke syariah ini, bagaimana peran Pemda, dan dukungan para pihak. Kita sudah punya Perda. Beberapa pihak juga sudah siap membantu (konversi), Bank NTB Syariah sudah siap membantu apa yang jadi kebutuhan kita. Ada juga Bank Muamalat, dan Tazkia,” ujarnya.

Sudharmana menambahkan, targetnya awal tahun depan (2025) proses konversi sudah rampung. Dan BPR NTB bisa beroperasi penuh sebagai BPR NTB Syariah. Mengikuti dua BUMD Keuangan syariah lainnya, yaitu Bank NTB Syariah dan Jamkrida NTB Syariah.

Konversi BPR NTB ke syariah penuh ini menurutnya sangat mendesak dilakukan. Pertama, agar kerjasama dengan lembaga keuangan syariah lainnya bisa dilakukan. kedua, banyaknya permintaan dari nasabah agar BPR NTB ini menjadi BPR Syariah.

“Di lapangan, banyak sekali nasabah yang mempertanyakan, apa BPR ini sudah syariah atau belum. Ada juga Ponpes-ponpes yang menempatkan dananya di BPR NTB tidak ingin bunga. Karena ada beberapa ponpes yang menjadi mitra kerjasama kami,” tambahnya. Jumlah Ponpes di Provinsi NTB cukup banyak. Potensi kerjasama dengan ponpes ini yang juga terus digarap.

“Banyak Ponpes yang potensial menjadi mitra kerjasama kita. Tapi karena tau BPR NTB belum syariah, akhirnya nggak mau. Dan kenapa juga kita belum bisa bekerjasama dengan Bank NTB Syariah, karena kita masih konvensional,” katanya. Selain itu, tambah Sudharmana, potensi pasar yang sangat besar di NTB dengan populasi penduduk 90 persen Muslim. BPR Syariah ingin menggarap potensi yang cukup besar ini.

“Kami ingin menggarap pangsa pasar dengan kredit Rp50 juta ke bawah, kepada UMKM, kepada sektor pertanian, perdagangan, dan jasa lainnya,” ujarnya. Selain itu, pangsa pasar yang cukup potensial bagi BPR NTB adalah pembiayaan untuk ibadah umrah. Dengan menjadi syariah, pembiayaan umrah lebih gampang dilakukan. BPR NTB saat tengah membuat konsep program khusus untuk umrah.

“Karena sudah banyak yang nabung untuk umrah, dari Sumbawa, Bima, Dompu. Bahkan ada Ponpes yang ingin bekerjasama sama kami, kita launching kerjasama tersebut,” demikian Sudharmana. (bul)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -


Most Popular

Recent Comments