spot_img
Kamis, Juli 25, 2024
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATMenumpuk, Sampah di TPA Darurat Taman Ayu Harus Ditimbun

Menumpuk, Sampah di TPA Darurat Taman Ayu Harus Ditimbun

Giri Menang (Suara NTB) – Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) darurat yang ada di Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung diminta untuk ditimbun oleh pemilik lahan. Menyusul Pemerintah Pemkab Lobar sudah tidak lagi membuang sampah ke TPS darurat tersebut.

Selama TPAR Kebon Kongok ditutup sekitar satu pekan kemarin Dinas Lingkungan Hidup Lombok Barat memanfaatkan lahan warga yang ada dk Desa Taman Ayu sebagai tempat pembuangan darurat. Kini mulai hari Kamis kemarin, TPAR Kebon Kongok sudah mulai dibuka normal kembali dan sampah yang ada di di Lombok Barat dan Kota Mataram kembali membuang sampah ke TPAR.

Pemilik lahan Sukaden meminta jika pemerintah sudah tidak lagi membuang sampah, pihaknya meminta agar sampah yang sudah dibuang agar di timbun dengan tanah.”Kalau sudah selesai membuang, kami minta agar ditimbun dengan tanah,”katanya.(4/7).

Sebagai pemilik lahan pihaknya sudah merelakan lahannya untuk dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah, dimana luas lahannya sekitar 1,4 hektar, namun tidak semua dijadikan tempat pembuangan, hanya titik lahan yang lebih rendah karena bekas galian itu yang dijadikan tempat pembuangan sampah.

Karena titik lahan ini kurang produktif, makanya pemilik lahan dengan niat membantu daerah dalam mencari jalan keluar untuk pembuangan sampah, sehingga pihaknya mengizinkan pemda atas koordinasi dengan. Pemerintah Desa untuk memanfaatkan lahannya menjadi tempat pembuangan sampah,” Kami sudah membantu pemerintah dengan merelakan lahan kami menjadi tempat pembuangan sampah, kami berharap pemda memberikan perhatian dengan menimbun sampah yang sudah di buang,”pintanya.

Karena setelah ini, jika sudah ditimbun pemilik lahan akan memanfaatkan lahan tersebut menjadi tempat berkebun, untuk bisa menanam tanaman seperti cabai atau sayur-sayuran lainnya.” Nanti kalau sudah ditimbun saya mau tanam cabai,”papar Sukaden.Setiap harinya ada sekitar 25 truk pengangkut sampah yang masuk di TPS darurat ini, pada hari pertama, hari senin itu ada 25 truk, termasuk truk Lombok Barat dan Kota Mataram, sedangkan pada hari kedua dan ketiga, selasa dan Rabu jumlah truk yang datang berkurang, karena truk dari Mataram tidak masuk.” Sehari itu ada 25 truk yang masuk membuang sampah,”tegasnya.

Pantauan koran ini di tempat TPS  darurat, masyarakat sekitar memanfaatkan keberadaan sampah untuk memulung mengumpulkan barang berhak untuk dimanfaatkan. Terlihat banyak anak-anak sekitar dan orang tua yang mengais tumpukan sampah mencari plastik atau barang yang bernilai ekonomis lainnya. Terpisah, Kepala Dinas LH Lombok Barat Hermansyah mengatakan, untuk penimbunan bekas TPS darurat pasti, pihak Dinas LH akan menimbun bekas sampah yang sudah dibuang, “iya pasti kita timbun,” jawab Hermansyah singkat.

Terkait dengan permasalahan sampah di Lombok Barat, Komisi IIII DPRD Lobar Zulfahmi, menegaskan seharusnya ada penanganan serius dari OPD di Lobar dalam penanganan sampah ini. “Ini persoalan klasik yang belum bisa ditangani OPD. Ini butuh terobosan,”tegas dia. Menurut dia, butuh terobosan dalam penanganan sampah ini. Seperti yang direncanakan bupati, di masing-masing zona disiapkan penanganan sampah baik  wilayah utara, tengah dan selatan.

Yang paling penting bagaimana pengelolaan sampah dari kalangan bawah hingga atas. Artinya mulai dari pemilahan sampai pengolahan dan pembuangan ke TPA. Penanganannya harus terintegrasi dari OPD terkait. Selain itu, perlu ada sosiaisasi masif terkait pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga.(Her)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -


Most Popular

Recent Comments