spot_img
Rabu, Juli 24, 2024
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TENGAHShell Eco-marathon 2024, 60 Tim Tampil di Babak Puncak 

Shell Eco-marathon 2024, 60 Tim Tampil di Babak Puncak 

Praya (Suara NTB) – Ajang Shell Eco-marathon Asia-Pacific and the Middle East 2024 yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit telah menyelesaikan tahap inspeksi teknis pada Kamis, 4 Juli 2024. Hasilnya, dari 78 tim yang ambil bagian hanya 60 tim yang dinyatakan lolos tahap inspeksi teknis yang ketat. Tim-tim tersebut selanjutnya bisa ambil bagian pada babak puncak yang akan berlangsung pada Jumat (hari ini) dan Sabtu, 6 Juli 2024.

Tim yang lolos inspeksi teknis tersebut bisa turun ke lintasan untuk menguji kendaraannya masing-masing, baik itu yang kategori Prototype dan Urban Concept. Hal ini untuk menentukan kendaraan dari tim mana yang bisa menempuh jarak terjauh dengan bahan bakar paling hemat.

“Selama inspeksi teknis, tim harus memenuhi serangkaian pemeriksaan. Termasuk aspek keselamatan untuk memenuhi syarat dalam kompetisi di lintasan,” terang Paul Johnson, Shell Eco-marathon Technical Director, kepada wartawan, Kamis, 4 Juli 2024.

Paul menjelaskan, kategori Urban Concept ini merupakan kategori kendaraan yang paling menyerupai mobil penumpang secara visual. Menggunakan empat roda dan didesain dengan spesifikasi layak jalan. Tim-tim yang mengikuti kategori ini ditantang untuk mengupayakan optimalisasi energi pada mobil yang juga memenuhi kebutuhan manusia, salah satunya aspek kenyamanan pengemudi.

Sementara kategori Prototype berfokus untuk menciptakan desain kendaraan masa depan yang lebih futuristik. Di mana tim yang mengikuti kategori tersebut diharapkan mampu menciptakan kendaraan roda tiga yang ringan dan ultra-efisien. Tujuannya untuk memaksimalkan efisiensi sumber energi yang inovatif.

“Untuk bahan bakar yang digunakan di semua kategori ada tiga pilihan yang disiapkan. Yakni baterai listrik, sel bahan bakar hydrogen serta pembakaran internal atau internal combustion berupa bensin, etanol, dan/atau diesel,” imbuh Paul.

Disinggung tim yang paling peluang, Paul menegaskan semua berpeluang. Tinggal sekarang menanti hasil babak puncak. “Kita lihat saja saja di babak puncak,” tandasnya.

LH-EV Fuel Cell dari Universitas Lac Hong Vietnam menjadi salah satu yang berpartisipasi dalam kategori Urban Concept dengan sumber energi hidrogen lolos inspeksi teknis. Itu menjadi yang pertama sejak negara tersebut bergabung di kompetisi regional pada tahun 2011. “Kami melihat hidrogen sebagai bahan bakar masa depan karena lebih ramah lingkungan, memiliki banyak kegunaan, dan lebih efisien sebagai sumber energi,”  sebut manajer tim Vietnam Truong Quoc Khanh.

Hanya saja, banyak tantangan yang dihadapi dalam pengembangan kendaraan berbahan bakar hydrogen. Baik dari sisi teknologi, produksi, penyimpanan hingga transportasinya. Hal itulah yang mendorong pihaknya berkompetisi di kategori tersebut. Dengan harapan di masa depan bisa mengembangkan kendaraan berbahal hydrogen yang ramah lingkungan serta efisien. (kir)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -


Most Popular

Recent Comments