spot_img
Minggu, Juli 14, 2024
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMTangani Banjir, Pemkot akan Bahas dengan Pemkab Lobar

Tangani Banjir, Pemkot akan Bahas dengan Pemkab Lobar

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram akan mengajak Pemerintah Lombok Barat untuk mencari solusi jangka panjang menangani permasalahan banjir. Mataram  yang berada di daerah hilir akan terdampak apabila air di bagian hulu tidak tertangani secara maksimal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning menjelaskan, solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir di Kota Mataram, perlu duduk bersama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Balai Wilayah Sungai, agar debit air yang masuk ke kawasan hilir terutama ke Sungai Unus dan Sungai Bernyok tidak terlalu besar. Artinya, pengaturan aliran air dari hulu mulai dilakukan.

Pengalaman yang dihadapi selama ini, jika di Lombok Barat hujan lebat sementara di Kota Mataram tidak ada hujan. Otomatis akan terjadi luapan air sungai. “Misalnya, di hulu hujan besar pasti di hilir akan terjadi banjir,” kata Lale dikonfirmasi pada Jumat, 5 Juli 2024.

Lale menilai fenomena banjir di Kota Mataram sama persis dengan kejadian di Jakarta layaknya banjir kiriman. Oleh karena itu, pembagian air dinilai di bagian hulu menjadi alternatif solusi. Aliran air dapat diarahkan ke daerah Selatan yang membutuhkan suplai air karena kawasan pertanian.

Skenario membangun kolam retensi sebelumnya diharapkan menjadi solusi jangka panjang, tetapi keterbatasan anggaran daerah perlu dimaklumi. “Kalau saya berpikirnya rasional apa yang bisa diperbuat untuk pembagian itu untuk menanggulangi atau bisa membendung air masuk ke Kota Mataram,” jelasnya.

Mantan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Mataram ini menambahkan, peristiwa banjir yang melanda tiga kecamatan pada Rabu, 3 Juli 2024 dipicu tingginya volume air. Kondisi normatif volume air di pintu air Babakan semestinya 50-60 centimeter, tetapi melampaui mencapai 90 centimeter, sehingga pintu air tidak bisa membendung aliran air dengan waktu sesingkat-singkatnya. “Ketika level 75 centimeter harus ada warning, sehingga tidak terjadi banjir di pemukiman warga. Di satu sisi dikatakan Lale, pemicu lain penyebab banjir adalah sedimentasi dan tumpukan sampah di saluran. (cem)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -



Most Popular

Recent Comments