spot_img
Sabtu, Juli 20, 2024
spot_img
BerandaNTBLOMBOK UTARARencana Tetap KPBU, Dinas PUPR dan Perkim Tak Usulkan Proyek Perpipaan Gili...

Rencana Tetap KPBU, Dinas PUPR dan Perkim Tak Usulkan Proyek Perpipaan Gili Air – Meno

Tanjung (Suara NTB) – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Permukiman (PUPR dan Perkim) Kabupaten Lombok Utara (KLU), belum akan mengusulkan proyek perpipaan dari Gili Air ke Gili Meno untuk mendukung instalasi PDAM. Sebaliknya, pemenuhan air bersih di Gili Meno masih akan mengandalkan rencana KPBU dengan PT. TCN yang sudah beroperasi di Gili Trawangan.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Cipta Karya, pada Dinas PUPR Perkim KLU, Rangga Wijaya, ST., Rabu, 10 Juli 2024.

Ia menjelaskan, pemenuhan air bersih di Gili Meno belum berubah dari rencana Pemda dengan menggandeng pihak swasta. Oleh karena itu, kemungkinan usulan perpipaan dari Gili Air ke Gili Meno belum akan dilakukan sampai ada kebijakan lebih lanjut.

“Solusi kebutuhan air Gili Meno untuk jangka panjang, tetap melalui proses KPBU. Pemda melalui PDAM akan menggandeng TCN (Tiara Cipta Nirwana),” ujar Rangga.

Dikatakan, Pemda akan kembali melakukan pendekatan kepada masyarakat setempat dengan melakukan sosialisasi dalam waktu dekat. Pemda telah mengetahui adanya petisi penolakan dari masyarakat Dusun Gili Meno. Namun demikian, solusi jangka panjang harus diambil untuk menghilangkan status krisis air bersih di pulau tersebut. “Tentu KPBU PDAM diambil dengan penuh pertimbangan, salah satunya mengatasi krisis air,” imbuhnya.

Secara teknis, Rangga menyatakan bahwa KPBU PDAM-TCN di Gili Meno mengedepankan pelestarian lingkungan. Lokasi sumber pengolahan air bersih akan dipindah dari lokasi yang direncanakan sebelumnya.

Selain itu, pengelolaan sumber air bersih kepada masyarakat disertai dengan komitmen ramah lingkungan. TCN sebagai mitra, berkewajiban menjaga kelestarian kawasan konservasi di Gili Meno.

“Ke depan ini ramah lingkungan, TCN juga belajar dari pencemaran yang terjadi di Gili Trawangan, sehingga untuk Gili Meno, ramah lingkungan,” sebutnya.

Rangga juga mengisyaratkan pada 2 pekan ini, perusahaan dengan Pemda sudah bersiap untuk memasang sumur bor portable  yang memungkinkan sebagai sumber air untuk diolah.

Sementara, di sisi lain, Pemda melalui Dinas PUPR dan Perkim, tetap akan melaksanakan distribusi air dalam 50 hari ke depan (dimulai sejak Rabu – pekan lalu). Selama proses distribusi, evaluasi dan perbaikan pola pelayanan akan terus dilakukan untuk memenuhi harapan masyarakat. (ari)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -


Most Popular

Recent Comments