Sumbawa Besar (Suara NTB)-Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Sumbawa, memastikan akan terus mencari calon pengelola baru cold storage (gudang pendingin) setelah 4 tahun tidak lagi melalukan aktivitas.
“Kami masih terus mencari pengelola baru terhadap cold storage tersebut karena hingga saat kami masih kesulitan mencari pengelola gudang itu,” kata Kadis Lutkan Sumbawa, Rahmat Hidayat, kepada Suara NTB, Rabu, 9 Oktober 2024.
Rahmat pun meyakinkan, sudah ada beberapa calon pengelola yang mencoba masuk, namun tidak ada yang bertahan lama. Hal tersebut terjadi karena nilai sewa yang dianggap terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan pendapatan bagi pengelola.
“Alasan utamanya harga sewa yang cukup tinggi, kita juga tidak bisa menurunkan angka tersebut karena besaran Rp65 juta sesuai dengan penilaian KPKNL,” jelasnya.
Hal tersebut tentu sangat tidak berbanding lurus dengan biaya yang dikeluarkan oleh pengelola salah satunya biaya listrik untuk operasional. Bahkan untuk listrik saja membutuhkan biaya sekitar Rp20-25 juta per bulannya, sehingga banyak pengelola yang berpikir ulang untuk berinvestasi.
“Pernah kita (pemerintah) coba kelola awal-awalnya, tetapi kita justru merugi karena biaya yang dikeluarkan tidak sesuai dengan pendapatan,” terangnya.
Bahkan salah satu pengelola sempat menawarkan dengan pola bagi hasil terkait pengelolaan cold storage, namun pemerintah hingga saat ini belum mengambil sikap. Sebab jika pola bagi hasil maka ada untung dan ruginya juga, sehingga potensi pendapatan dari sektor tersebut tidak bisa tercapai.
“Jika bagi hasil, kalau pengelola untung kita bisa dapet lebih dari dari nilai sewa, tetapi jika pengelola rugi kita juga bisa menerima dibawa nilai sewa. Inilah yang saat ini sedang kita cari polanya,” tambahnya.
Rahmat pun memastikan, pihaknya tetap akan berupaya maksimal untuk mencari pengelola baru terhadap gedung yang ditaksir senilai miliaran rupiah tersebut. Jika dibiarkan mangkrak dikhawatirkan bangunan tersebut akan rusak dan potensi pendapatan daerah akan hilang.
“Kita tetap akan mencari calon pengelola baru untuk meningkatkan pendapatan daerah dari sektor retribusi sewa cold storage,” pungkasnya. (ils)

