Sumbawa Besar (Suara NTB)- Pemkab Sumbawa, menyebutkan hingga pertengahan tahun 2026 baru 27 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah beroperasi. Padahal dapur MBG ditargetkan 56 dapur di akhir tahun 2026.
“Dari 27 SPPG tersebut jumlah masyarakat yang sudah terlayani program tersebut sebanyak 74.268 dari target 254. 841 jiwa penerima manfaat,” kata anggota Satgas MBG Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusmayadi kepada Suara NTB, Selasa (2/6).
Ia melanjutkan, puluhan SPPG yang beroperasi itupun masih berkutat di daerah perkotaan. Sementara untuk wilayah 3T (Terpencil, terluar, dan terjauh) masih dalam proses pembangunan dengan progres yang bervariasi. Bahkan ada yang mencapai angka 80 persen.
“Memang untuk wilayah 3T belum ada SPPG yang beroperasi sehingga ribuan penerima manfaat belum mendapatkan program tersebut. Tetapi kami targetkan di akhir bulan Juni sudah mulai beroperasi,” ucap
Upaya percepatan pembangunan puluhan SPPG ini,merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan penerima manfaat dari program tersebut. Bahkan jika SPPG tersebut beroperasi,maka ada sekitar 30-40 persen masyarakat Sumbawa terlayani dari 20 persen saat ini.
“Jadi, 56 SPPG 3T ini kita targetkan bisa beroperasi pada akhir bulan Juni, maka realisasi penerima manfaat yang saat ini baru 20 persen bisa meningkat menjadi 30 hingga 40 persen,” ujarnya.
Rusmayadi meyebutkan saat ini, terdapat 27 SPPG yang sudah beroperasi dan melayani sekitar 74. 268 penerima manfaat. Untuk mengejar target akhir bulan Juni, proses pembangunan 56 unit tambahan terus dikebut meski menghadapi tantangan alam dan aksesibilitas.
“Program ini akan menyasar 24 kecamatan termasuk wilayah 3T yang lokasinya disesuaikan untuk memastikan pemerataan distribusi gizi bagi peserta didik, ibu hamil, dan balita di daerah terpencil,” jelasnya.
Target jangka pendek untuk program tersebut difokuskan pada bulan Juni yakni pembangunan 56 SPPG. Sementara untuk target keseluruhan ada sekitar 122 SPPG yang ditargetkan terbentuk tahun 2027.


