Mataram (suarantb.com) – Pemprov NTB menargetkan kunjungan wisatawan ke NTB tahun 2025 capai 2,3 juta orang. Hingga Agustus tahun 2025, kunjungan di NTB mencapai lebih dari 1 juta wisatawan. Sementara, untuk kunjungan keseluruhan sampai dengan bulan November, Dispar NTB masih melakukan pendataan.
Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia mengatakan, pihaknya optimistis kunjungan wisatawan ke NTB mampu mencapai target. Apalagi dengan banyaknya event pariwisata yang digelar di daerah. Selain itu, adanya kerja sama antara Bali dan Nusa Tenggara (NTB dan NTT) juga dinilai mampu mendongkrak kunjungan wisatawan.
“Event sekarang semakin banyak dengan Pak Gubernur melaksanakan di luar agenda event. Mudah-mudahan angka 2,3 juta bisa tercapai,” ujarnya.
Dengan dijadikannya Bali, NTB, dan NTT sebagai superhub pariwisata, hal ini dinilai mampu menambah jumlah kunjungan wisatawan. Sebagai kawasan superhub pariwisata dan ekonomi kreatif bertaraf internasional akan membuka peluang besar. Bagi pertumbuhan sektor pariwisata, terutama dengan semakin kuatnya konektivitas antar destinasi.
“Bali, NTB, NTT dalam RPJMN ditetapkan sebagai kawasan superhub pariwisata dan ekonomi kreatif bertaraf internasional,’’ katanya.
Menurutnya, setiap provinsi memiliki keunikan sendiri dalam menggaet wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Dengan kerja sama ini, antar daerah bisa mentransfer wisatawan ke masing-masing, misalnya wisatawan Bali bisa langsung datang ke Lombok dengan adanya konektivitas antar dua daerah.
Pun dengan adanya Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali yang menjadi pintu masuk terbesar pariwisata Indonesia dapat menjadi simpul utama untuk memperluas jangkauan atau kunjungan wisatawan ke NTB dan NTT.
“Misalnya, Bandara Ngurah Rai sebagai pintu masuk terbesar pariwisata di Indonesia itu menjadi salah satu potensi. Kita punya Mandalika, kita punya destinasi-destinasi lain yang berskala internasional. Termasuk dengan NTT yang memiliki Labuhan Bajo dengan standar internasional juga,” jelasnya.
Pentingnya Bangun Keterhubungan Antar Desintasi di Tiga Provinsi
Ia menegaskan, sebagai daerah pariwisata, sangat penting membangun keterhubungan antar destinasi di tiga provinsi tersebut.
Menyinggung soal apakah kerja sama ini ditujukan untuk menggaet wisatawan dari Bali ke NTB dan NTT? Mantan Kepala DPMPD Dukcapil itu menjelaskan, pendekatan yang digunakan adalah memperluas akses, bukan memindahkan wisatawan.
Kemudahan akses antar provinsi, lanjutnya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke tiga daerah, termasuk NTB. Banyaknya wisatawan sambungnya, dapat menarik minat maskapai dan operator transportasi untuk membuka ruang penghubung antar daerah-daerah itu.
“Kalau misalnya banyak demand-nya, otomatis kapal cepat itu akan lebih banyak nanti trip-nya. Jadi selama ini misalnya keluhan harga tiket pesawat mahal kan bisa terjawab nanti,” jelasnya. (era)

