spot_img
Rabu, Januari 14, 2026
spot_img
BerandaNTBBIMABanjir Rendam Sejumlah Wilayah di Bima, Korban Hanyut Ditemukan 2 Kilometer dari...

Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Bima, Korban Hanyut Ditemukan 2 Kilometer dari Lokasi Banjir

Bima (suarantb.com) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bima, Kamis (11/12/2025) siang memicu banjir di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Monta, Kecamatan Bolo, dan Kecamatan Madapangga. Luapan air dari perbukitan membuat sungai dan drainase tak mampu menahan debit sehingga menggenangi rumah warga, lahan pertanian, hingga badan jalan. Di tengah bencana ini, seorang anak laki-laki yang sempat hanyut di Sungai Desa Kananga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, setelah hilang selama beberapa jam.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Nurul Huda, menjelaskan bahwa, hujan mulai turun sejak pukul 13.03 Wita dengan intensitas sedang–lebat, disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini berlangsung hingga pukul 15.20 Wita. “Sebagian besar wilayah terdampak mendapat kiriman air dari pegunungan,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat (12/12/2025).

Di Desa Tolouwi, Kecamatan Monta, luapan air dari Sungai Tolouwi dan Embung So Nae menggenangi tiga RT dengan ketinggian 10–30 cm. Sebanyak 53 rumah atau 172 jiwa terdampak. Paud Nur Nabila juga terendam. Warga mulai membersihkan lumpur setelah air surut.

“Sementara di Desa Simpasai, drainase tak mampu menahan debit air dari perbukitan. Genangan sepanjang 180 meter dengan ketinggian 10–70 cm menutup jalan provinsi lintas Tente–Karumbu dan menyebabkan kemacetan. Air baru berangsur surut menjelang sore,” paparnya.

Untik di Desa Dena, Kecamatan Madapangga, banjir dari aliran sungai Desa Ndano menggenangi tiga RT dengan ketinggian 10–30 cm. Sebanyak 35 rumah atau 112 jiwa terdampak. Tidak ada pengungsian dan warga mulai membersihkan rumah masing-masing.

Insiden paling tragis terjadi di Desa Kananga, Kecamatan Bolo. Debit Sungai Dam Raba Ncoha meningkat tajam setelah menerima kiriman air dari hulu. Sekitar pukul 16.00 Wita, seorang warga bernama Muhamad Ikbal alias Gito (12) hanyut saat bermain di sungai bersama teman-temannya. Ia sempat mencoba meraih tangga di dinding bendungan, namun pegangan terlepas dan arus deras menyeret tubuhnya.

Teman-temannya segera meminta bantuan warga, dan laporan hilangnya anak tersebut langsung ditindaklanjuti oleh tim SAR gabungan. Pencarian berlangsung intens sepanjang aliran sungai menggunakan dukungan peralatan SAR air, Aqua Eye, hingga penerangan malam.

Upaya itu membuahkan hasil. Ikbal ditemukan pukul 22.40 Wita, sekitar dua kilometer ke arah timur dari lokasi ia terseret. “Warga menjadi pihak pertama yang melihat korban. Setelahnya tim melakukan evakuasi dan menyerahkan langsung ke pihak keluarga,” kata Koordinator Pos SAR Bima, M. Darwis, Jumat (12/12/2025).

BPBD Kabupaten Bima telah melakukan pendataan, kaji cepat, serta koordinasi lintas instansi. “Kami terus memonitor potensi cuaca ekstrem. Masyarakat perlu melapor cepat jika terjadi peningkatan debit air,” tutup Nurul Huda. (hir)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO