Bima (Suara NTB) – Kecamatan Madapangga terpilih sebagai lokasi pengembangan program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Kabupaten Bima. Madapangga dinilai memenuhi syarat dibandingkan wilayah lainnya. Penetapan tersebut mengemuka setelah Pemerintah Kabupaten Bima dan PT Berdikari menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pembangunan program prioritas nasional itu di Hotel Bidakara, Jakarta pekan kemarin.
Bupati Bima Ady Mahyudi mengatakan, dari enam lokasi yang diusulkan pemerintah daerah, hasil kajian konsultan PT Berdikari menetapkan Madapangga sebagai kawasan yang paling memenuhi persyaratan biosecurity peternakan. Sementara itu, jenis fasilitas yang akan dibangun di Kabupaten Bima masih menunggu hasil kajian teknis lebih lanjut.
“Dari 6 usulan lokasi, pihak konsultan PT Berdikari menunjuk lokasi di Kecamatan Madapangga yang dipandang paling memenuhi syarat biosecurity peternakan. Adapun untuk Kabupaten Bima, jenis apa saja yang dibangun akan ditentukan oleh PT. Berdikari setelah rampung kajian teknisnya,” ujar Ady.
Ia menjelaskan, perjanjian kerja sama tersebut mencakup kesepakatan kerja sama pembangunan Hilirisasi Ayam Terintegrasi yang menjadi bagian dari program nasional. Pengembangan kawasan itu direncanakan meliputi pembangunan pabrik pakan, pusat indukan ayam (Parent Stock), mesin tetas atau Day Old Chick (DOC), pusat budidaya (hatchery), dan rumah potong.
Menurut Ady, penandatanganan nota kesepahaman menjadi tahapan awal sebelum pelaksanaan proyek. Pemerintah daerah bersama PT Berdikari masih akan menyelesaikan sejumlah kajian sebagai dasar penyusunan kerja sama lanjutan.
“Nota Kesepahaman ini akan ditindaklanjuti dengan kesepakatan kerja sama setelah dilaksanakan studi kelayakan (feasibility study) dan valuasi nilai lahan serta kajian lainnya,” katanya.
Selain itu, pemerintah daerah akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebagai bagian dari tahapan persiapan pelaksanaan program tersebut. “Sosialisasi dan komunikasi yang intensif dengan masyarakat akan dilaksanakan pasca penandatanganan MoU,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima H. Zainal Arifin, ST., MT., mengatakan, hilirisasi ayam terpadu merupakan program prioritas Presiden RI H. Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian.
“Hilirisasi ayam terpadu merupakan program prioritas nasional Presiden RI melalui Kementerian Pertanian,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pada tahap awal program strategis nasional tersebut dilaksanakan di lima provinsi di Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Barat. Dalam rangkaian kegiatan di Jakarta, juga dilakukan penandatanganan MoU antara PT Berdikari dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Boalemo, dan Pemerintah Kabupaten Bima.
“Pada tahap ini dilakukan penandatanganan MoU bersama antara PT. Berdikari dan Pemprov Gorontalo, Pemkab Boalemo dan Pemkab Bima,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bima telah menyiapkan sejumlah lokasi untuk mendukung program hilirisasi peternakan unggas tersebut. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama Tim Aset BPKAD serta Disnakertrans Kabupaten Bima melakukan survei terhadap lahan milik pemerintah daerah di Kecamatan Tambora, Madapangga, Bolo, Woha, dan Wera.
Survei tersebut dilakukan sebagai bagian dari penjajakan program pengembangan industri unggas terintegrasi yang mencakup pabrik pakan, pusat indukan ayam, pusat budidaya, hingga rumah potong unggas. Dari sejumlah lokasi yang dikaji, Madapangga kemudian dipilih sebagai kawasan yang paling memenuhi persyaratan biosecurity peternakan untuk mendukung rencana investasi tersebut. (hir)

