Taliwang (suarantb.com) – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyatakan komitmennya untuk segera mengatasi kondisi lemah sinyal atau blank spot yang masih terjadi di sejumlah titik wilayah.
Berdasarkan data Dinas Kominfo KSB, saat ini masih ada sebanyak delapak titik di beberapa wilayah kecamatan yang sinyal komunikasinya belum mumpuni. Seperti di wilayah Kecamatan Brang Ene, Brang Rea hingga Kecamatan Poto Tano. “Data terbaru kami sisanya 8 titik dengan status kondisi lemah sinyal di 2026 ini,” kata Kepala Dinas Kominfo KSB, Abdul Muis.
Jika dibanding tahun lalu, Muis menjelaskan, telah terjadi penurunan jumlah cukup signifikan di tahun ini. Tahun 2025, terdapat 15 titik masih berstatus lemah sinyal. Titik-titik itu kemudian oleh Dinas Kominfo diintervensi sejumlah cara mulai dengan pemanfaatan GSM Booster , koordinasi dengan Bhakti Komdigi, kerja sama dengan Telkom dan pihak swasta hingga penempatan perangkat starlink berbasis teknologi satelit.
“Titik-titik yang kita intervensi di tahun lalu seperti Sekongkang, Polamata, Pakirum, Tambak Sari, Air Suning, Kiantar dan sekitarnya sekarang sinyalnya sudah sangat stabil,” urainya.
Pada tahun ini kegiatan penguatan sinyal di sisa titik belum tersentuh akan terus dilanjutkan oleh Dinas Kominfo KSB. Setidaknya dari 8 titik yang tersisa, 2 diantaranya telah disiapkan program penanganan. “Kita upayakan 8 titik yang masih berstatus sinyal lemah tahun ini kita bisa tuntaskan,” harapnya.
Dalam rangka mendukung program pariwisata kerakyatan,pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah strategi untuk penguatan sinyal telekomunikasi pada titik lokasi yang ditetapkan Pemkab KSB. Pada tahun ini, program pariwisata kerakyatan itu akan di mulai di Kecamatan Brang Ene. “Wilayah bendungan Tiu Suntuk sampai ke jalur jogging track yang akan dibangun di Brang Ene, kita akan perkuat sinyalnya. Dengan begitu wisatawan yang datang nanti bisa melakukan aktivitas medsosnya dengan lancar,” klaimnya.
Muis menambahkan, wilayah KSB secara teknis sudah seluruhnya terlayani sinyal telekomunikasi. Hanya saja kondisi geografi wilayah yang didominiasi gunung dan perbukitan membuat jaringan nirkabel tidak bisa stabil di seluruh titik. “Kita sudah tidak ada area blankspot. Kalau kondisi lemah sinyal itu karena bentang alam kita yang berbukit-bukit. Karena itu perlu intervensi teknis di beberapa titik dan bertahap upaya itu sedang kami lakukan agar semua wilayah KSB ini benar-benar merdeka sinyal, terutama sinyal internet,” imbuhnya.(bug)



