Jumat, April 17, 2026

BerandaNTBKemensos RI Gandeng Unram Dorong Pemberdayaan Sosial di NTB

Kemensos RI Gandeng Unram Dorong Pemberdayaan Sosial di NTB

Mataram (Suara NTB) – Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) Saifullah Yusuf berkunjung ke Universitas Mataram (Unram) untuk pelaksanaan kerja sama antara Kemensos RI dengan Unram dan PT Sanindo Pangan Rinjani tentang Sinergitas Program Kesejahteraan Sosial. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Auditorium M. Yusuf Abu Bakar, pada Kamis (16/4).

Pertemuan ini diselenggarakan dalam rangka pelaksanaan pemberdayaan sosial menuju kemandirian ekonomi. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Mensos RI, Saifullah Yusuf; Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., M.Si.; dan Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd.

Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan komitmen Unram dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa Unram terus berupaya memberikan akses pendidikan yang inklusif, termasuk bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

“Dari sekitar 38 ribu mahasiswa kami, terdapat ratusan mahasiswa yang tidak membayar UKT sama sekali, bahkan termasuk di program studi kedokteran. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Sukardi menegaskan bahwa arah kebijakan Unram sejalan dengan program pemberdayaan sosial yang kini difokuskan pada kemandirian, bukan sekadar bantuan sesaat.

“Kami sepakat bahwa pemberdayaan harus menjadi fokus utama. Kampus tidak boleh hanya menjadi menara gading, tetapi harus hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi nyata,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa melalui program Kampus Berdampak, Unram mendorong dosen dan guru besar untuk terjun langsung ke masyarakat melalui program Profesor Berdampak, guna membangun desa dan mengembangkan potensi lokal. Rektor Unram turut menyampaikan bahwa NTB memiliki berbagai potensi unggulan yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi, seperti sektor pertanian, perikanan, hingga komoditas lokal lainnya yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami siap berkolaborasi dan mendukung program-program Kementerian Sosial. Dengan kekuatan sumber daya yang kami miliki, kami optimistis dapat berkontribusi lebih luas dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Mensos RI, Saifullah Yusuf, dalam sambutannya menekankan bahwa upaya pengentasan kemiskinan harus dilakukan melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sosial semata. Ia menjelaskan bahwa bantuan sosial hanya bersifat sementara untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat, sedangkan tujuan utama adalah mendorong kemandirian ekonomi melalui program pemberdayaan.

“Bantuan sosial itu sifatnya sementara. Yang utama adalah bagaimana keluarga penerima manfaat bisa berdaya dan mandiri. Pemberdayaan ini menjadi jembatan menuju kemandirian,” ujarnya.

Mensos juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan program kesejahteraan sosial, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga masyarakat. Ia turut mengapresiasi komitmen Unram dalam mendukung program pemberdayaan, termasuk melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam pendampingan masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada Unram yang siap mendampingi masyarakat. Pendampingan ini penting agar program tidak berhenti, tetapi berkelanjutan hingga masyarakat benar-benar mandiri,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga mendorong agar program pemberdayaan, seperti budidaya porang yang menjadi pilot project, dapat didampingi secara konsisten dan diperluas ke sektor lainnya.

“Kami berharap program ini tidak hanya berjalan sekali, tetapi terus didampingi. Tujuannya agar pendapatan masyarakat meningkat dan ke depan mereka tidak lagi bergantung pada bantuan sosial,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Mensos mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun sistem pemberdayaan yang terintegrasi guna memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan, “Kita ingin masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi naik kelas menjadi mandiri. Itu tujuan besar kita bersama,” pungkasnya. (ron/*)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO