Rabu, April 22, 2026

BerandaBIMAJaringan Tidak Stabil, Siswa Ikuti TKA di Rumah Warga

Jaringan Tidak Stabil, Siswa Ikuti TKA di Rumah Warga

Bima (Suara NTB) – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SD Negeri Ntoke, Kecamatan Wera, terganggu akibat jaringan internet tidak stabil. Sejumlah siswa terpaksa melanjutkan ujian di rumah warga yang memiliki sinyal lebih baik.

Gangguan terjadi pada hari kedua pelaksanaan TKA yang berlangsung Selasa, (21/4). Hujan yang turun sejak Senin-Selasa (20-21/4) menyebabkan jaringan internet di sekolah tidak dapat digunakan.

Guru sekaligus operator SD Negeri Ntoke, Abrar mengatakan pelaksanaan tes kompetensi akademik pada hari pertama masih dilakukan di sekolah. Namun, pada hari kedua, kegiatan terpaksa dipindahkan setelah jaringan kembali bermasalah.

“Karena terkendala tadi pagi karena hujan semalam sehingga gangguan jaringan. Jadi kita bergeser ke rumah warga yang ada sinyalnya untuk mengikuti ujian,” ujarnya, Selasa (21/4).

Sebanyak 21 siswa mengikuti TKA di SD Negeri Ntoke tahun ini. Karena menumpang jaringan internet milik warga, pelaksanaan ujian harus dibagi menjadi tiga sesi agar jaringan tidak terlalu terbebani.

Abrar menjelaskan, keterbatasan jaringan internet di sekolah disebabkan wilayah tersebut belum memiliki menara jaringan seluler. Selama ini, akses internet hanya mengandalkan jaringan internet yang kestabilannya sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan kelistrikan.
“Kalau dasarnya sinyalnya susah, karena memang susah bahkan tidak ada sinyal di kita ini (Desa Ntoke), jadi kalau hujan atau mati lampu jaringan internetnya selalu eror,” katanya.

Fasilitas jaringan internet baru tersedia pada akhir tahun 2025 untuk mendukung pelaksanaan ujian berbasis daring, seperti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dan TKA.

Kondisi serupa juga dialami sekolah lain di Desa Ntoke. Abrar mengungkapkan, di SD Inpres Ntoke, pelaksanaan TKA pada hari pertama bahkan tidak dapat diselesaikan akibat gangguan jaringan.

Menurut Abrar, saat ini hampir seluruh layanan pendidikan berbasis daring, sehingga keberadaan jaringan internet yang stabil menjadi kebutuhan utama bagi sekolah di wilayah terpencil.

“Kita dituntut untuk online sementara sarana prsarana penunjang kita untuk kerja ini ya contohnya jaringan ini tidak stabil untuk kita kerja,” katanya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk memperkuat jaringan internet, agar kegiatan belajar dan pelaksanaan ujian tidak terus terganggu.

“Harapan kami sih sederhana saja, semoga ke depan jaringan di sini bisa lebih bagus, supaya anak-anak tidak lagi susah ikut ujian gara-gara sinyal. Saat Bupatu melakukan Selasa Menyapa kemarin, kami sudah sampaikan soal sinyal ini, dan semoga benar-benar segera ada upaya peningkatan,” harapnya. (hir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO