Praya (Suara NTB) – Sebanyak tiga orang Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sejauh ini sudah dipastikan gagal berangkat ke tanah suci, karena beberapa faktor. Ada yang karena sakit dan ada juga yang meninggal dunia. Dengan dua orang CJH saat ini juga berpotensi tidak bisa berangkat, lantaran masih menjalani perawatan medis di RSUD Provinsi NTB.
Demikian diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Lombok Tengah, H. Lalu Syamsul Hadi, kepada awak media saat ditemui di kantor Bupati Loteng, Senin (4/5/2026). Ia menjelaskan, total saat ini sudah ada 780 lebih CJH asal Loteng yang sudah diberangkatkan ke tanah suci dari dua kelompok terbang (kloter).
Di Kloter 2, satu CJH gagal berangkat karena mengalami stroke. Kemudian di kloter 7 ada dua orang CJH lagi yang tidak bisa berangkat. Masing-masing karena sakit dan meninggal dunia. “Di kloter 7 ini ada dua orang CJH lagi yang harus tertunda keberangkatannya kendati sudah masuk asrama haji karena sakit dan harus mendapat perawat medis di RSUD NTB,” jelasnya.
Diganti Ahli Waris
Terhadap CJH Lombok Tengah yang meninggal dunia, sudah diganti oleh ahli warisnya. Sementara CJH yang sakit sudah kembali ke rumahnya dan akan mendapat prioritas untuk berangkat haji di musim haji tahun depan. Dengan catatan kondisinya memungkinkan untuk berangkat haji. Karena prinsipnya meski tahun ini tidak jadi berangkat bukan berarti langsung terhapus dari daftar CJH. Hanya tertunda saja keberangkatanya, untuk kemudian diberangkat tahun depan.
Disinggung CJH Lombok Tengah yang belum berangkat, ia mengatakan masih ada sisa dua kloter lagi. Dengan jumlah CJH sebanyak 300 orang lebih yang terbagi dalam dua kloter campuran. Yakni kloter 12 dan 15. Dua kloter tersebut nantinya akan langsung diterbangkan ke Mekkah. Berbeda dengan dua kloter sebelumnya yang diterbangkan ke Madinah terlebih dahulu. “Pemberangkatan terakhir nanti pada tanggal 9 Mei 2026 mendatang,” sebutnya.
Berjalan Lancar
Kepala Kemenhaj Loteng menambahkan, dari sisa pemberangkatan sejauh ini berjalan lancar. Semua dokumen pendukung sudah selesai. Tidak ada CJH Loteng yang sampai tertahan masuk ke tanah suci. Jadi semua CJH yang sudah berangkat seluruhnya bisa masuk ke tanah suci untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji. Untuk CJH yang meninggal dunia sejauh ini juga belum ada laporan.
“Dari sisi teknis pemberangkatan CJH, tahun ini sudah jauh lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujarnya.
Pihaknya pun berharap hingga selesai proses pemberangkatan dan pemulangan CJH semua bisa berjalan lancar. Tidak ada CJH yang bermasalah atau terkendala hal-hal teknis yang bisa mengganggu kelancaran pelaksaan ibadah haji. Sehingga bisa kembali ke tanah air dengan selama dan untuk.
Komunikasi dengan petugas dan pendamping haji di tanah suci juga secara intens dilakukan. Ini untuk memastikan semua CJH asal Loteng khususnya, dalam kondisi baik. Tanpa ada kekurangan apapun.
“Terutama CJH lansia, itu yang juga kita perhatikan betul. Supaya mereka bisa menjalankan seluruh rangkain ibadah haji secara lengkap dan sempurna,” terangnya seraya menambahkan, total sudah ada 68 CJH lansia asal Loteng yang berada di tanah suci. (kir)

