BerandaNTBLOMBOK TENGAHKasus Kebakaran di Loteng Tertinggi di NTB

Kasus Kebakaran di Loteng Tertinggi di NTB

Praya (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menjadi salah satu daerah dengan jumlah kasus kebakaran tertinggi di NTB, dengan penyebab kebakaran terbanyak dari korsleting listrik. Di mana hingga bulan ini saja total sudah ada sekitar 80 kasus kebakaran yang terjadi.
“Kalau tahun lalu kasus kebakaran di Loteng itu mencapai sekitar 200 kejadian. Dan, jadi salah satu yang tertinggi di NTB,” ungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Loteng Drs. H. Supardan, kepada Suara NTB, Kamis (7/5/2026).
Ironisnya, kondisi armada pemadam kebakaran yang dimiliki Loteng sampai saat ini cukup memprihatinkan. Selain jumlahnya terbatas, banyak armada merupakan armada tua. Sementara wilayah yang harus dilayani cukup luas.

Saat ini Disdamkartan Loteng mengoperasikan sebanyak tujuh mobil pemadam kebakaran. Namun, hanya beberapa saja yang masih dikatakan baru. Sebagian besar di antaranya merupakan armada tua dengan usia pakai sudah lebih dari 20 tahun.

“Kita punya armada pemadam kebakaranya sekarang ini rata-rata keluaran tahun 2005,” sebutnya.
Karena itu, banyak di antaranya belum bisa digunakan secara maksimal. Bahkan, peralatan beberapa armada harus dibongkar pasang supaya bisa tetap digunakan.

Pihaknya sudah beberapa kali mengajukan tambahan anggaran untuk pengadaan unit mobil pemadam kebakaran. Hanya saja, karena terkendala anggaran daerah yang terbatas sampai saat ini Disdamkartan Loteng belum bisa membeli mobil pemadam kebakaran yang baru.
“Seperti tahun ini kita juga mengajukan anggaran untuk pengadaan mobil pemadam kebakaran. Tapi karena kondisi anggaran daerah yang terbatas jadi belum bisa diwujudkan. Jadi mau tidak mau pihaknya harus memaksimalkan armada yang ada,” sebutnya.

Supardan menjelaskan, untuk ukuran Loteng minimal memiliki 12 mobil pemadam kebakaran. Jadi di masing-masing kecamatan bisa miliki satu pos pemadam kebakaran dengan minimal satu mobil pemadam kebakaran. Sehingga ketika ada kasus kebakaran di Loteng bisa ditangani segera oleh unit terdekat.

Saat ini di Loteng baru ada lima pos pemadam kebakaran. Yakni pos Kuta, pos Kopang, pos Praya Timur, pos Jonggat, serta pos Batukliang. Dan, tahun ini direncanakan tambahan satu pos lagi yakni pos Praya Barat Daya. Total nantinya ada enam pos pemadam kebakaran di luar posko utama di Kota Praya.

“Untuk pos Praya Barat Daya kita sudah mendapat izin pemanfaatkan salah satu gedung sebagai pos pemadam kebakaran. Seperti pos-pos lainnya, di pos Praya Barat Daya akan ditempatkan satu unit mobil pemadam kebakaran,” terang mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Loteng ini.
Kehadiran pos tambahan tersebut diharapkan bisa mendukung optimalisasi penanganan kasus kebakaran di daerah ini. Paling tidak bisa mempercepat respon terhadap laporan kebakaran yang terjadi. Meski dengan kondisi armada yang terbatas. (kir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO