Sumbawa Besar (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, mengingatkan kepada 330 Jemaah Calon Haji (JCH) untuk fokus beribadah selama berada di Tanah Suci Mekkah dan Madihan. Jemaah juga diingatkan untuk menjaga fisik serta kesehatan selama rangkaian ibadah.
“Saya meminta kepada seluruh jemaah untuk memfokuskan diri pada ibadah dan menjaga kesehatan selama menjalankan rangkaian haji di Tanah Suci,” kata pesan Bupati Jarot saat melepas keberangkatan 330 JCH di Pendopo Bupati pada, Jumat (8/5).
Jarot turut menyampaikan bahwa perjalanan haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan perjalanan hati yang penuh perjuangan dan pengorbanan. Bahkan rata-rata Jemaah yang berangkat tahun ini, sudah menunggu waktu keberangkatan selama 13 tahun.
“Perjalanan menuju Baitullah ini penuh perjuangan. Ada yang bertahun-tahun menabung dari hasil panen, ada nelayan yang menyisihkan penghasilannya sedikit demi sedikit, ada guru, pedagang, hingga pensiunan yang menunggu belasan tahun untuk bisa berangkat,” ujarnya.
Kesempatan menunaikan ibadah haji lanjut Jarot, merupakan panggilan Allah yang tidak semua orang dapatkan. Karena itu, para jemaah diminta menjaga niat dan tidak menjadikan perjalanan suci tersebut sekadar wisata religi ataupun ajang berburu oleh-oleh.
Orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa juga turut, mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik selama berada di Arab Saudi. Sebab, cuaca di Mekkah dan Madinah sangat berbeda dengan kondisi di Indonesia, sehingga jemaah diminta tidak memaksakan diri dalam melakukan aktivitas yang tidak terlalu penting.
“Ibadah haji bukan lomba siapa yang paling kuat atau paling banyak ibadah sunahnya. Tetapi yang terpenting adalah seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalankan dengan baik dan para jemaah kembali ke daerah dalam keadaan sehat walafiat,” terangnya.
Ia meminta petugas pendamping haji untuk memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah, terutama bagi Jemaah yang lanjut usia. Menurutnya, perhatian dan kesabaran menjadi hal penting dalam mendampingi para tamu Allah selama menjalankan ibadah.
“Kadang yang dibutuhkan jemaah bukan hanya bantuan teknis, tetapi juga ketenangan, perhatian, dan semangat,” katanya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sumbawa, H. Ardi Suzami, mengatakan calon jemaah haji Sumbawa tahun 2026 tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 14 berjumlah 330 orang. Terdiri atas 181 jemaah laki-laki dan 149 jemaah perempuan.
“Jamaah termuda tercatat atas nama Alvin Suryatama, 24 tahun, asal Kecamatan Rhee. Sedangkan, jemaah tertua bernama Ibrahim Hamid, berusia 87 tahun, asal Kecamatan Maronge,” ucapnya.
Ardi menjelaskan, seluruh jemaah akan diberangkatkan menuju Asrama Haji Mataram dan diperkirakan tiba pada Jumat sore. Selanjutnya, para jemaah dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 9 Mei 2026 sekitar pukul 16.45 WITA.
“Karena tergabung dalam gelombang kedua, para jemaah nantinya akan langsung melaksanakan rangkaian ibadah haji setibanya di Tanah Suci,” katanya. (ils)

