Giri Menang (Suara NTB) – Sebanyak puluhan paket proyek senilai ratusan miliar di Lombok Barat (Lobar) bakal dilelang tahun ini. Paket proyek ini, berupa fisik dan konsultan Detail Engineering Design (DED) beberapa paket proyek. Ditargetkan, paket-paket proyek ini masuk tayang di sistem lelang pada bulan ini.
OPD pun telah disurati jauh sebelumnya untuk mempercepat proses pengajuan lelang. Mengingat waktu pengerjaan nantinya memakan waktu rata-rata lima bulan. Kabag Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Lobar, Yung Savitri menerangkan bahwa berdasarkan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), jumlah paket direncanakan dilelang tahun ini sebanyak 58 paket dengan nilai Rp122,1 Miliar.
“Itu yang masuk diaplikasi Sirup yang ditarik pada bulan Maret,” terangnya, akhir pekan kemarin.
Puluhan paket proyek ini masih rencana, masih bisa berubah tergantung kondisi. Kalau nanti ada pergeseran atau perubahan, mungkin ada beberapa paket yang rencana berubah. Terlebih ada kondisi bencana alam, sehingga kemungkinan besar ada perubahan. “Itu memang dimungkinkan, tergantung kondisi,”imbuhnya
Dirincikan, dari 58 paket tersebut didominasi di Dinas PUPRPKP sebanyak 38 paket. Paket proyek di PU lebih banyak, karena tupoksinya teknis infrastruktur. Kemudian Dinas Kesehatan 11 paket, Dikbud lima paket, UPT Tripat dua paket, dan Dinas Koperasi satu paket.
Paket proyek yang kategori strategis daerah sudah ekspose di kejaksaan. Langkah ini sebagai salah satu proses pendampingan dari kejaksaan negeri. Sejauh ini, dua paket yang masuk sistem yakni DED pasar Gerung dan Islamic Center. “Sudah masuk sistem tapi belum ditender,” imbuhnya.
Dua paket ini masih direviu oleh tim Pokja LPSE untuk memastikan apakah ada kekurangan atau tidak. Jika ada kekurangan, itu nanti dilengkapi. Setelah langkap barulah tayang lelang. Dari hasil koordinasi dengan OPD, semua paket ini ditargetkan bulan ini mulai naik tayang di sistem.
Jika prosesnya lancar, maka lelang bisa selesai satu bulan. Kemudian dilanjutkan proses konstruksi. Dan kondisi ideal waktu pengerjaan paket konstruksi 180 hari. Namun, kata dia, tidak semua memakan waktu enam bulan, seperti Pustu bisa dikerjakan dalam waktu lima bulan dan paket-paket kecil lainnya. “Rata-rata lima sampai enam bulan,” ujarnya.
OPD pun tengah melakukan upaya percepatan agar bisa bertahap naik tayang di LPSE minggu-minggu ini. Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan OPD agar proses pengadaan ini bisa berjalan sesuai rencana. Di tengah upaya penyesuaian dampak kenaikan BBM yang dilakukan OPD sehingga berpengaruh pada lelang proyek.
“Prinsip kehati-hatian itulah yang kita kedepankan, tapi tidak juga berhati-hati membuat kita terlambat. Kita tetap proses percepatan, kita akselerasi supaya timeline kita tetap terpenuhi,” imbuhnya. Pihaknya juga sudah bersurat kepada OPD jauh-jauh sebelumnya untuk melakukan percepatan. (her)

