BerandaBIMAODGJ Diduga Bakar Rumah di Kecamatan Belo

ODGJ Diduga Bakar Rumah di Kecamatan Belo


Bima (Suara NTB) – Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) diduga membakar rumah warga di RT 06/RW 02 Desa Lido, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Sabtu (16/5). Sejumlah 15 unit rumah panggung, satu rumah semi permanen, dan satu gudang terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 miliar.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bima, Ruslan mengatakan kebakaran pertama kali terjadi sekitar pukul 02.40 WITA. Rumah warga diduga sengaja dibakar oleh seorang warga bernama Haerul (38), petani asal Desa Lido yang diduga mengalami gangguan kejiwaan.

“Pelaku ingin membakar adiknya yang berada di dalam rumah, namun adiknya berhasil menyelamatkan diri sehingga api menjalar ke seluruh bagian rumah dan membakar seluruh isi rumah,” ujarnya, Sabtu (16/5).

Menurut Ruslan, kondisi permukiman yang padat dan mayoritas rumah berbahan kayu menyebabkan api cepat membesar dan merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Pihaknya mendapatkan sekitar pukul 03.15 WITA melalui pusat panggilan dari warga Desa Lido bernama Abdullah. Lima unit mobil pemadam kemudian diterjunkan ke lokasi.

“Pukul 03.28 WITA, dua unit Mobil Pemadam Kebakaran Kabupaten Bima, satu unit Pemadam Kebakaran Kecamatan Belo, satu unit Damkar Palibelo dan satu unit Damkar Monta tiba di TKP langsung melakukan upaya pemadaman,” ujar Ruslan.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.30 WITA, setelah petugas dibantu warga melakukan pemadaman selama hampir tiga jam. Pendinginan dilanjutkan hingga pukul 06.50 WITA.
Ruslan menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, 17 kepala keluarga terdampak akibat kebakaran yang menghanguskan rumah beserta seluruh isi bangunan.


Bupati Bima Ady Mahyudi meninjau langsung lokasi kebakaran dan menyerahkan bantuan tanggap darurat berupa logistik, kebutuhan pangan, dan uang tunai kepada warga terdampak.

“Kami turut prihatin dan merasakan duka yang dialami masyarakat. Kehilangan tempat tinggal dalam waktu singkat tentu menjadi cobaan yang berat. Pemerintah daerah hadir untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada masyarakat terdampak,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus membantu warga korban kebakaran. Bupati menyadari bahwa bantuan yang diberikan pemerintah tidak sepenuhnya menggantikan kerugian yang dialami oleh masyarakat. Namun demikian, bantuan yang disalurkan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah kepada masyarakat. “Kami akan terus berupaya membantu warga yang terdampak musibah,” imbuhnya. (hir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO