BerandaPENDIDIKANDiupayakan, Tambahan Gaji bagi TU PPPK Paruh Waktu

Diupayakan, Tambahan Gaji bagi TU PPPK Paruh Waktu

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) NTB, tengah mengupayakan kebijakan penambahan gaji bagi tenaga Tata Usaha (TU) PPPK Paruh Waktu. Langkah ini menyusul adanya angin segar serupa yang sebelumnya telah direncanakan untuk para guru. Rencana kebijakan untuk tenaga administrasi sekolah tersebut masih dalam tahap pengkajian mendalam.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB telah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik dengan memberikan tambahan penghasilan minimum sebesar Rp500 ribu kepada 1.759 guru PPPK Paruh Waktu. Insentif ini rencananya mulai dicairkan pada September 2026.

Namun, kebijakan tersebut baru menyasar guru, sementara pegawai administrator seperti TU di sekolah-sekolah belum tersentuh. Melihat kondisi ini, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Tenaga Keolahragaan (GTKTK) Disdikpora NTB, Muazzam, menegaskan bahwa pihaknya sedang memperjuangkan agar pegawai TU sekolah juga bisa merasakan kebijakan serupa.

“Sedang kita usahakan untuk komunikasikan lebih lanjut. Karena yang kemarin itu yang disebut guru saja. Teman-teman TU ini juga sangat butuh. Bukan hanya guru saja yang butuh tambahan (gaji),” ujar Muazzam.

Muazzam menjelaskan bahwa Disdikpora NTB kini sedang menyusun dan mengkaji skema serta mekanisme yang tepat. Aspek regulasi menjadi perhatian utama agar penerapan kebijakan tambahan gaji bagi tenaga TU ini tidak memicu masalah hukum di kemudian hari.

“Nanti tetap kita pikirkan bagaimana skema terbaik untuk teman-teman TU itu, biar secara regulasi tidak menyalahi aturan,” jelasnya.

Terkait besaran nominal yang akan diterima, Muazzam belum bisa memberikan angka pasti. Kendati demikian, Disdikpora NTB akan mengusahakan agar tambahan upah tersebut minimal bisa menyamai pendapatan yang mereka terima sebelum beralih status menjadi PPPK Paruh Waktu.

“Tetap kita pikirkan skemanya. Minimallah bisa menyamai angka pada saat dia belum berstatus PW itu. Cuma polanya masih kita diskusikan pola terbaik supaya dia tidak melanggar regulasi,” pungkas Muazzam. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO