Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa, terus berupaya merealisasikan rencana pembangunan Pelabuhan Teluk Santong di Kecamatan Plampang usai dilakukan peletakan batu pertama di tahun 2023 lalu .
“Sertifikasi lahan bersama BPN di lokasi pembangunan bendungan terus berproses dengan harapan tahun ini (2026, red) bisa tuntas untuk kita usulkan pembangunan,” kata Asisten II Setda Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, kepada Suara NTB, pekan kemarin.
Diakuinya, di tahun 2023 lalu sudah dilakukan peletakan batu pertama dengan tujuan, agar pelabuhan tersebut masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hal itu juga dilakukan agar pelabuhan tersebut masuk dalam rencana induk pelabuhan nasional.
Untuk persoalan lahan di lokasi pembangunan pelabuhan tersebut sudah tidak ada masalah lagi. Karena pemerintah sudah melakukan tukar guling di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atas aset tanah seluas 300 hektare.
“Surat Kementerian LHK sudah terbit tahun 2023 dan setuju terkait proses tukar guling tersebut di kecamatan Lantung, sehingga tidak ada lagi persoalan lahan terkait rencana pembangunan pelabuhan tersebut, ” ucapnya.
Dia melanjutkan, tugas pemerintah saat ini yakni mempercepat proses sertifikasi terhadap lahan tersebut sebagai dokumen sah untik dilakukan pembangunan. Kalaupun ada masyarakat yang menggarap lahan tersebut saat ini, tetapi pemerintah meyakini tidak akan menimbulkan kendala.
“Memang ada masyarakat yang saat ini menggarap lahan tersebut, tetapi tanah yang digarap tersebut bukan hak milik, karena tidak mungkin kawasan bisa disertifikatkan, ” sebutnya. (ils)


