BerandaNTBLOMBOK UTARAPelayanan Air Bersih Gili Meno Gunakan Sistem “Beach Well”

Pelayanan Air Bersih Gili Meno Gunakan Sistem “Beach Well”

Tanjung (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., menegaskan pelayanan air bersih untuk masyarakat Dusun Gili Meno, Desa Gili Indah, akan menggunakan metode beach well atau sumur pantai sebelum masuk ke tahap Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Pada pelayanan Gili Meno, Pemda kembali melibatkan PT Tiara Cipta Nirwana (TCN) sebagai pemegang kontrak KPBU sejak tahun 2017.

Sebagai gambaran, berbagai sumber menyebut metode Beach Well dinilai lebih ramah lingkungan dibanding teknologi SWRO dengan open intake atau pengambilan air laut secara langsung dari laut.

Najmul Akhyar kepada wartawan, Senin (25/5), mengungkapkan perubahan sistem SWRO menjadi Beach Well merupakan salah satu upaya perbaikan, baik pengolahan maupun penyediaan distribusi air tawar untuk masyarakat Gili Trawangan dan Gili Meno. Metode ini diklaim dapat meningkatkan kualitas air hasil desalinasi, serta meminimalisir dampak lingkungan bagi ekosistem laut tiga pulau di Lombok Utara.

“Sistem metode Beach Well ini sebenarnya sudah mau selesai, tinggal menunggu izinnya saja dari pusat,” ungkap Najmul.

Ia menerangkan, pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di Lombok Utara secara umum cukup kompleks. Selain warga di tiga Gili, pemenuhan air secara konsisten melalui jaringan pipa PDAM tetap menjadi perhatian utama.

Menurut dia, distribusi pipa bawah laut ke Gili Meno (melanjutkan jaringan dari Gili Air) sesuai tuntutan masyarakat Gili Meno, belum dapat ia penuhi. Salah satu pertimbangannya, cakupan air bersih PDAM bagi warga di daratan baru mencapai 28 persen rumah tangga. Rendahnya cakupan ini tidak lepas dari belum optimalnya jaringan perpipaan PDAM masuk ke rumah-rumah masyarakat.

“PDAM baru sekitar 28 persen melayani masyarakat di pinggir. Sisanya belum terlayani. Jadi ini juga menjadi pertimbangan pemerintah,” imbuhnya.

Najmul juga menyebutkan, pemasangan pipa bawah laut memerlukan tahapan panjang yang berdampak pada molornya distribusi air ke Gili Meno. Oleh karenanya, menurut dia, pendekatan investasi Beach Well dapat mempercepat proses penyediaan air tawar melalui KPBU. Sebelum penyediaan air dapat dimulai oleh TCN, selama itu Pemda akan turun membantu distribusi air menggunakan tongkang melibatakan OPD teknis – Dinas PUPR, maupun BPBD.

“Kalau kondisi di Gili aman, tidak ada gangguan oleh masyarakat, enam bulan (investasi beach well) bisa selesai. Seandainya dari dulu diberikan peluang, saya kira sudah selesai kan yang diminta air bersih. Pemerintah tidak mungkin tidak melayani kebutuhan air di tiga gili karena itu kebutuhan utama. Tapi kalau terus dihalangi ‘kan susah,” pungkas Najmul. (ari)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO