Selong (Suara NTB) – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menunjukkan komitmennya dalam mendorong program desa inklusif dengan melakukan kunjungan lapangan ke Desa Sepit, Kecamatan Keruak, Selasa (26/5/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung praktik baik implementasi program inklusi yang telah berjalan di desa tersebut.
Rombongan yang dipimpin oleh Direktur Perdesaan, Daerah Afirmasi, dan Transmigrasi (PDAT) Bappenas, Mohammad Roudo, bersama Sekretariat Inklusi disambut langsung oleh Pemerintah Desa Sepit, kader Sekolah Perempuan, serta mitra lokal yang terlibat. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran langsung terhadap implementasi program inklusi di tingkat desa.
Direktur PDAT Bappenas, Mohammad Roudo, menegaskan, pihaknya hadir untuk menyaksikan secara langsung perubahan yang terjadi di desa dampingan program inklusi. Ia menilai Desa Sepit sebagai salah satu desa yang memiliki inovasi konkret dan layak dijadikan contoh bagi desa-desa lain.
“Kami ingin melihat bagaimana masyarakat memiliki kesetaraan dan kesempatan yang sama melalui model desa inklusif,” tegas Roudo.
Ia pun menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong implementasi program desa inklusif di berbagai wilayah di Indonesia.
Program inklusi di Desa Sepit dijalankan oleh Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM) yang berkolaborasi dengan Institut Kapal Perempuan melalui Sekolah Perempuan.
Direktur LPSDM, Ririn Hayudiani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran rombongan Bappenas. Ia menjelaskan bahwa kehadiran Sekolah Perempuan telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan Desa Sepit, baik dari aspek perencanaan maupun pelibatan kelompok rentan.
Ririn juga menyoroti sejumlah inisiatif yang lahir dari kelompok perempuan, antara lain Pos Pencegahan Pernikahan Anak serta penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dikelola oleh perempuan. Menurutnya, desa ini dinilai menjadi salah satu desa dengan inovasi inklusif yang berdampak nyata bagi pemberdayaan perempuan dan kelompok rentan.
Kunjungan lapangan tersebut diakhiri dengan dialog serta peninjauan langsung terhadap kegiatan Sekolah Perempuan dan produk UMKM lokal khas Desa Sepit. Bappenas berharap praktik baik ini dapat direplikasi oleh desa-desa lain guna mewujudkan pembangunan desa yang lebih adil, setara, dan inklusif bagi seluruh masyarakat. (rus)


